Jokowi Diwacanakan Jadi Sekjen PBB, Pengamat: Ngaco Tuh

Jokowi Diwacanakan Jadi Sekjen PBB, Pengamat: Ngaco Tuh Foto: Antara/Kemenlu

Pidato Presiden Joko Widodo(Jokowi) Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi sorotan banyak pihak di Tanah Air. Bahkan, pianis, Ananda Sukarlan yang mengusulkan agar Jokowi menjadi Sekjen PBB, usulan ini pun diamini komposer Addie MS dan juga warganet.

Menanggapi hal itu, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio mengaku bingung kenapa Ananda Sukarlan, Addie MS dan kawan-kawannya itu mendorong Jokowi menjadi Sekjen PBB. Padahal, masa jabatan Jokowi sebagai Presiden masih 4 tahun lagi.

“Kenapa sih mereka mau buru-buru pak Jokowi jadi Sekjen PBB, kan Jokowi masih sampai 2024, itu ngaco tuh Addie MS dan kawan-kawan,” kata pria yang akrab disapa Hensat kepada SINDO Media, Sabtu (26/9/2020 ).

Baca Juga: Pendukung Jokowi Bertingkah Layaknya Oposisi

Menurut Hensat, semestinya mereka sebagai pendukung Jokowi ini dapat menghargai sampai tugasnya jadi Presiden selesai, jangan buru-buru mendorong Jokowi menjadi Sekjen PBB. Apalagi, banyak pekerjaan dan permasalahan yang harus diselesaikan oleh Jokowi.

“Lagi pula, masih banyak yang harus dikerjakan pak Jokowi terkait isu-isu internasional, COVID-19 ini salah satunya,” imbuh Hensat.

Karena itu, Direktur Eksekutif Kedai KOPI ini menyarankan kepada para pendukung Jokowi itu, untuk menghentikan kebiasaan dan watak mereka membuai tokoh yang didukungnya. Lebih baik mereka mendukung Jokowi menyelesaikan tugasnya sebagai kepala negara.

“Jadi menurut saya hentikanlah tabiat membuai-buai seperti itu, dukung pak Jokowi sampai usai menjadi presiden. Gitu ya, jadi jangan diarahkan sebagai hal-hal yang aneh dulu,” pinta Hensat.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini