Kelompok Taruna Tani, Bukti Kementan Sukses Cetak Generasi Petani

Kelompok Taruna Tani, Bukti Kementan Sukses Cetak Generasi Petani Foto: Kementan.

Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk regenerasi petani bukan sekadar semboyan semata. Terbukti dengan banyaknya generasi milenial yang kini menekuni dan sukses menjadi pengusaha di sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, saat peringatan Hari Tani Nasional menyampaikan optimismenya pada pembangunan pertanian Indonesia.

"Indonesia memerlukan adanya regenerasi petani dan transfer teknologi dalam rangka pembangunan pertanian nasional, terutama mengubah manajemen usaha. Transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Saya yakin ditangan generasi milenial pembangunan pertanian akan lebih mudah dicapai", ungkap SYL.

Baca Juga: Mau Jaga Ketahanan Pangan? Kementan: Jangan Food Waste!

Salah satu bukti sukses regenerasi petanian adalah Kelompok Taruna Tani Asosiasi Kepemudaan Terstruktur (AKUR) yang berasal dari desa Cipanas Cianjur Jawa Barat.

Ketua Kelompok Taruna Tani Akur, Sugeng Ferry Triwarsono, menceritakan awal mula pendirian kelompoknya. Berawal dari karang taruna beberapa pemuda di Desa Cipanas mencoba untuk membuka usaha sayuran hidroponik, dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Kini kelompoknya telah memiliki anggota 20 generasi milenial.

"Untuk modal awal kami mengumpulkan dana secara swadaya  sebesar 1,2 juta  rupiah untuk 300 lubang hidroponik. Alhamdulillah di tahun 2019 kami mendapatkan bantuan dari dana desa sebesar 8 juta rupiah untuk pengembangan kegiatan. Kini kami telah memiliki 1100 lubang hidroponik", jelas Sugeng.

Baca Juga: Dari Asian Agri untuk Petani Plasma: Produktivitas Sawit Akan Meningkat!

"Bulan Juli 2020 lalu, alhamdulilah kami mendapatkan kepercayan untuk menjalankan program pemanfaatan pekarangan lestari/p2l dari Badan Ketahanan Pangan.  Kini sekali panen kami memperoleh sekitar 1 juta rupiah. Walau hasil belum maksimal, kami tetap berupaya untuk meningkatkan produksi sayuran hidroponik kami", tambahnya.

Lebih dalam Sugeng menjaskan tujuan Akur yg berlatar belakang anggota karang taruna adalah mendorong minat generasi mida untuk mau menekuni dunia pertanian.

"Kami fokus untuk pelan- pelan menerapkan regenerasi petani di desa Cipanas. Selain menambah penghasilan kami juga bekerjasama dengan penyuluh yakni ibu Suci untuk melakukan  penyuluhan dengan materi secara berkesinambungan mengenai budidaya sayuran baik dengan media hidroponik maupun media tanah", jelas Sugeng.

Suci Fajar Sari selaku penyuluh pertanian yang mendampingi Akur menjelaskan untuk kegiatan pemanfaatan pekarangan terbagi dalam 4 tahap kegiatan yaitu rumah bibit, demplot, penanaman dan pemasaran. Pada tahap penanaman di dilakukan di pekarangan masing-masing anggota. "Proses pendampingan mereka saya buat menjadi jejaring antar kelompok kemudian saling mengadopsi pola/ konsep kegiatan mereka agar tidak jenuh. Untuk pemasaran sebagai petani milenial mereka memanfaatkan media sosial instagram @ig_akur", kata Suci.

Alhamdulillah keberadaan mereka sangat didukung oleh Kepala Desa dan Gapoktan lainnya. "Selain menjalankan usaha dengan orientasi bisnis, Akur pun tak melupakan sisi sosial. Pada awal pandemi lalu, mereka membagikan hasil panen sayuran hidroponik dan masker kepada warga. Dan Bulan Muharam kemarin mereka ikut merekrut donatur untuk santunan anak yatim, dan membuka bazar produk mereka lainnya seperti olahan pangan slondok berbagai rasa dan  ikan pepetek Krispy", ungkap Suci bangga.

Melihat geliat yang dilaksanakan oleh Kelompok Taruna Tani Akur, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) program merasa perlu untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda/pemudi di Kabupaten Cianjur pada umumnya dan Desa Cipanas khususnya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di perdesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan untuk menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.

"Melalui program YESS, kita akan meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. Setelah mereka tertarik kita akan tingkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga mampu menjadi petani milenial atau wirausaha pertanian yang sukses", jelas Dedi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini