Alhamdulillah, 4 Orang Arab Masuk Daftar Orang Berpengaruh Dunia Versi Time

Alhamdulillah, 4 Orang Arab Masuk Daftar Orang Berpengaruh Dunia Versi Time Foto: Reuters/Kevin Lamarque

Majalah ternama Time merilis 100 tokoh yang dianggap paling berpengaruh di 2020. Empat orang Arab masuk dalam daftar tokoh budaya dan politik Arab terkemuka.

Dari empat orang itu, dua di antaranya adalah warga Suriah, yaitu, seorang sutradara film Suriah yang mendapatkan nominasi Oscar, Waad Alkateab. Kedua adalah seorang fotografer anonim yang diberi nama Caesar.

Baca Juga: Salut! Wanita Muslim 82 Tahun Jadi Orang Berpengaruh Versi Time

Ia mendokumentasikan foto korban penyiksaan dan pembunuhan di Suriah yang menyebabkan Presiden Bashar al-Assad dan rezimnya mendapatkan sanksi Amerika Serikat (AS).

Selain dari Suriah, dua orang Arab yang masuk dalam 100 orang berpengaruh di dunia versi Time adalah jurnalis Mesir Lina Attalah dan diplomat Emirat Yousef Al-Otaiba. Jurnalis Mesir Lina Attalah masuk dalam kategori "Ikon".

Kiprahnya berawal dari pihak berwenang yang terus memblokir surat kabar online Mesir, Mada Masr, karena mempublikasikan dan menyelidiki topik yang dihindari atau disensor oleh media Mesir lainnya seperti konflik di Sinai. Kantor berita Mada Masr bahkan sempat digerebek tahun lalu, dan Attalah sendiri ditangkap awal tahun ini saat mewawancarai seorang penulis terkemuka.

Jurnalis Mesir dan fotografer Suriah memdapatkan penghargaan sebagai tokoh yang berpengaruh di 2020 versi majalah Time karena tindakan pembangkangan.

Sedangkan diplomat UEA, Yousef Al-Otaiba, dinobatkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia karena perannya sebagai seorang pejabat negara dan merupakan tokoh kunci dalam menyelesaikan perjanjian penting normalisasi hubungan Israel dan UEA.

"Al-Otaiba terdaftar sebagai 'Leader' pada Time 100," tulis koresponden Time Vivienne Walt pada Selasa (22/9/2020), dilansir di Al Arabiy, Rabu (23/9/2020).

Caesar, mantan fotografer forensik rezim Suriah, juga terdaftar sebagai "Leader" tahun ini. Fotografer anonim itu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelundupkan lebih dari 50 ribu foto tahanan yang terbunuh dan memberikan bukti penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan rezim Assad.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini