Kamp Kerja Paksa China Kini Diisi Ratusan Warga Tibet, Benarkah?

Kamp Kerja Paksa China Kini Diisi Ratusan Warga Tibet, Benarkah? Foto: Reuters

China memaksa ratusan ribu orang di Tibet masuk ke dalam pusat pelatihan gaya militer yang menurut para ahli mirip dengan kamp kerja paksa, kata sebuah penelitian.

Laporan oleh Jamestown Foundation didasarkan pada laporan media pemerintah, dokumen kebijakan dan citra satelit yang dikonfirmasi oleh kantor berita Reuters.

Baca Juga: China Mulai Endus Strategi Taiwan yang Pasang Banyak Ranjau Laut

Studi tersebut juga membandingkan situasi yang dilaporkan terjadi di antara etnis Uighur di wilayah Xinjiang.

Otoritas China belum mengomentari temuan tersebut.

Dorongan untuk melatih kembali pekerja pedesaan terkait erat dengan janji Presiden Xi Jinping untuk menghapus kemiskinan di China tahun ini.

Tibet yang terpencil dan sebagian besar beragama Buddha dipimpin sebagai wilayah otonom China, dan pemerintah China dituduh menekan kebebasan budaya dan agama di sana.

Beijing mengatakan pihaknya mendorong kemajuan dan pembangunan di wilayah Himalaya.

Presiden Tibet di pengasingan Lobsang Sangay termasuk di antara mereka yang sebelumnya menuduh bahwa orang-orang Tibet dipaksa masuk ke kamp kerja paksa dan pusat pelatihan untuk "pendidikan".

Namun, skala program yang dirinci dalam studi ini menunjukkan bahwa program tersebut jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini