Takut Negaranya Miskin, Xanana Gusmao Salahkan Pemerintahan Timor Leste

Takut Negaranya Miskin, Xanana Gusmao Salahkan Pemerintahan Timor Leste Foto: (Foto: EPA)

Sejak resmi merdeka dari Indonesia, Timor Leste kerap dilanda berbagai macam permasalahan. Mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao merasa kesal pada sistem pemerintahan negaranya.

Dirinya kemudian menyoroti tindakan-tindakan Partai Fretilin yang dinilai menguasai pemerintah Timor Leste.

Baca Juga: Peneliti Jumpai Ladang Minyak Mulai Kering, Timor Leste Bakal Bangkrut

Presiden pertama Timor Leste itu menuding Partai Fretilin telah membohongi rakyatnya sendiri.

Sebagaimana diberitakan sebelmunya, diketahui Xanana juga pernah masuk ke Partai Fretilin, saat masih memiliki konflik dengan Indonesia.

"Kami menghadapi demagogi yang hebat, dalam pernyataan pemimpin besar Fretilin, ketika dia mengatakan bahwa dia adalah orang pertama yang mempertahankan pipa gas ke Timor Leste, tetapi ekonomi memiliki aturan dan membutuhkan studi kelayakan yang menurutnya belum selesai," kata Gusmao dikutip dari sapo.pt.

Presiden Kongres Nasional Rekonstruksi Timor (CNRT) ini menegaskan, dirinya tidak bisa mengerti maksud dari tindakan para pemimpin Partai Fretilin.

"Ketika saya membaca ini, saya merasa sangat bingung. Dia mengatakan bahwa Fretilin selalu membela rakyat?, tetapi bahkan tanpa studi yang meyakinkan? Jadi ini tidak bertentangan dengan dirinya sendiri? Dia mengatakan dia membela, tetapi dia mencapai posisi itu tanpa studi," tegasnya.

Gusmao melontarkan ini untuk melawan musuh politiknya, mantan PM Timor Leste yang juga pemimpin Partai Fretilin, Mari Alkatiri.

Menanggapi pernyataan Gusmao, Alkatiri lantas membantah telah menipu rakyat Timor Leste terkait pengeboran gas dan minyak negara.

"Fretilin adalah yang pertama mempertahankan pipa gas Greater Sunrise ke Timor. Tapi ekonomi ada aturannya dan untuk memulainya harus ada studi kelayakan. Dan saya belum melihat apa-apa, saya belum melihat ada studi yang meyakinkan saya," kata Alkatiri.

Dirinya mekanjutkan bahwa tindakan Partai Fretilin selama ini semata-mata untuk menguntungkan Timor Leste.

"Kami tidak mengubah jalur. Kami ingin dapat membuktikan bahwa jalur tujuan negara adalah yang paling layak dan menguntungkan bagi negara. Tidak ada yang mengecualikan opsi apa pun. Apalagi opsi membawa pipa gas ke Timor Leste selama itu memungkinkan dan layak," ungkapnya.

Gusmao pun tak mau kalah, dirinya kembali menanggapi pernyataan yang dilontarkan Alkatiri.

Kali ini, pernyataan Gusmao merujuk pada kesepakatan sebelumnya yang mengatur Laut Timor dan dinegosiasikan oleh pemerintah setempat yang dipimpin oleh Fretilin.

"Ada demagogi hebat di sini oleh pemimpin besar Fretilin. Karena tidak ada dasar untuk mengatur penalaran. Dan, ngomong-ngomong, di mana studi yang meyakinkan untuk CMATS? (jalur pipa minyak)," tanyanya.

Gusmao menyebut pemerintah Timor Leste harus jujur dan tidak menipu rakyatnya terus menerus.

"Bertindak dengan tanggung jawab, kejujuran dan transparansi di hadapan rakyat," pungkas Xanana.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini