Laba Bersih Maybank Tumbuh 7% di Semester I 2020

Laba Bersih Maybank Tumbuh 7% di Semester I 2020 Foto: Unsplash/Christoph Theisinger

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Perseroan) dalam Paparan Publiknya (Public Expose) hari ini, Kamis (24/9/2020), menyampaikan bahwa laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) pada Semester I 2020 mengalami kenaikan sebesar 7,0% menjadi Rp809,7 miliar di tengah gejolak dan disrupsi pasar yang disebabkan pandemi Covid-19.

Kinerja ini didukung oleh peningkatan pendapatan nonbunga (fee based income) dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan (sustained strategic cost management).

Baca Juga: Lebarkan Sayap, Maybank Syariah Jalin Kemitraan Strategis dengan Komunitas

Bank mencatat kenaikan pendapatan fee based sebesar 1,4% menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya di mana terdapat pendapatan fee nonrutin sebesar Rp101,0 miliar dari hasil penyelesaian arbitrase domestik. Bila pendapatan fee nonrutin tersebut tidak diperhitungkan, bank mencatat kenaikan fee 11,0% yang berasal dari fee Global Market, bancassurance, dan Wealth Management, serta biaya transaksi e-channel.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan bahwa terlepas dari kondisi pasar yang kurang kondusif, Maybank telah berhasil membukukan hasil positif dalam enam bulan pertama 2020.

"Bank telah mengubah kondisi pasar yang menantang menjadi peluang pada layanan perbankan digital serta tetap menjaga pertumbuhan yang baik. Kondisi saat ini telah membuat kami menjadi lebih kreatif, terutama dengan memanfaatkan teknologi dalam melakukan komunikasi kepada para nasabah. Kami telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap portofolio bank atas pandemi global yang terjadi," ujar Taswin.

Dia menuturkan, profil pendanaan bank terus menguat seperti tercermin dari peningkatan rasio CASA dari 33,1% pada Juni 2019 menjadi 40,0% pada Juni 2020, di mana tabungan meningkat sebesar 9,9%.

"Peningkatan CASA merupakan hasil penerapan strategi bank untuk mengurangi pendanaan berbiaya tinggi melalui penyediaan layanan cash management berbasis perbankan digital," paparnya.

Bank telah mengalihkan upaya untuk meningkatkan peluang bisnis di tengah kondisi pasar yang menantang dengan mengoptimalkan layanan perbankan digital, Maybank2u (M2U), di mana mulai banyak nasabah kini menggunakan layanan mobile apps khususnya dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Transaksi keuangan yang dilakukan melalui M2U naik 136% menjadi 4,5 juta transaksi pada semester I 2020. Sementara, terdapat 34,000 pembukaan rekening tabungan/deposito dan lebih dari 45.000 rekening baru dibuka melalui M2U," ungkapnya.

Aplikasi M2U tidak hanya menyediakan layanan pembukaan rekening dengan mudah dan cepat, tetapi juga menyediakan fitur yang nyaman dan tidak rumit seperti QR Pay, proses KYC secara digital untuk pembukaan rekening, channel pembayaran donasi, dan fitur menarik lainnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini