Kementerian BUMN Akui Antam Bakal Punya Pembangkit Listrik Sendiri

Kementerian BUMN Akui Antam Bakal Punya Pembangkit Listrik Sendiri Foto: PLN

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui bahwa PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam dapat membangun pembangkit listrik secara mandiri. Pembangkit listrik itu akan disediakan di pabrik smelter feronikel milik ANTM di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, dari hasil kajian dan evaluasi pihaknya, Antam memiliki kemampuan untuk membangun pembangkit listrik sendiri.

Baca Juga: Bikin Ngiler! Investasi Saham Antam vs Emas Antam, Mana yang Cuan Lebih Besar?

"Kami lihat Antam juga bisa mengelola listrik sendiri, kenapa? Karena mereka juga punya kemampuan. Bukan hal baru bagi Antam untuk menyediakan listrik bagi mereka sendiri," ujar Arya dalam diskusi secara virtual, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Meski mampu membangun pembangkit listrik secara mandiri, jadwal operasional pabrik smelter ini terhambat lantaran belum memiliki pasokan listrik. Karena itu, Arya mengatakan, pihaknya akan mencari penyedia atau pemasok listrik dengan harga yang paling murah.

"Jadi, tapi kita akan bandingkan dengan PLN punya. Kalau murah harus ambil yang murah dong. Enggak apa, kalau PLN yang nyediain, makanya kita cari yang murah," kata dia.

Saat ini Kementerian BUMN tengah mendorong manajemen ANTM untuk mencari sejumlah pemasok. Di mana, Kementerian akan membandingkan sejumlah harga yang ditawarkan untuk disediakan dalam smelter feronikel.

"Saya rasa manajemen pasti akan mendapatkan solusi ya karena perusahaan itukan, smelter ini sudah hampir selesai tinggal listrik saja, di samping menunggu bisa melakukan beberapa alternatif sambil menunggu terbangunnya pembangkit listrik mereka, tapi bisa dicarikan juga dengan penyedia listrik yang cepat tapi tidak mahal," ujar dia.

Salah satu langkah Kementerian BUMN untuk mencari pemasok listrik dengan melakukan tender atau pengadaan listrik. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, sudah ada 36 perusahaan yang mendaftarkan diri dalam tender saat dibuka pada Selasa (22/9/2020). Bahkan, ke-36 perusahaan itu terdiri dari perseroan pelat merah dan pihak swasta.

"Insyaallah, nanti ada solusi apakah itu melalui tender yang sudah dibuka hari ini (Selasa), Antam ada 36 peminat baik dari BUMN sendiri maupun dari swasta untuk melakukan supply (listrik) itu," ujar Erick dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR, Jakarta.

Erick bilang, dalam proses tender untuk memasok listrik di proyek smelter feronikel ini, setiap peserta tender atau perusahaan mampu mengajukan listrik dengan harga murah. "Tentu harga yang termurah, kita mau harganya itu kalau tidak salah di bawah yang ditawarkan, yang sekarang sangat mahal itu," kata Erick.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini