India-China Siap Kosongkan Ladakh, Tanda-tanda Gencatan Senjata?

India-China Siap Kosongkan Ladakh, Tanda-tanda Gencatan Senjata? Foto: Reuters/Danish Ismail

India dan China sama-sama sepakat untuk tidak memperburuk situasi yang saat ini terjadi di daerah perbatasan.

Dengan banyak pertimbangan, mereka memutuskan untuk melakukan gencatan senjata sementara waktu.

Baca Juga: Trump Serang China karena Covid-19, Xi Jinping Malah Slow Aja

China dan India telah sepakat untuk tidak mengirim lagi pasukan militer bersenjata ke daerah terjadinya perselisihan tersebut.

Dikutip dari Times of India, meskipun sepakat untuk mengurangi situasi yang memanas, China dan India juga akan segera melakukan pembicaraan lebih lanjut terkait kondisi keduanya.

Mereka akan melakukan pembicaraan di tingkat para komandan militer yang dilakukan pada Senin (21/9/2020).

Kesepakatan gencatan senjata keduanya terlihat pada Selasa, 22 September 2020 siang.

Pasukan militer China memutuskan untuk segera mundur dan turun dari daerah garis kontrol aktual (LAC) di bagian Ladakh Timur, India.

Ini sesuai dengan 'konsensus' yang dicapai antara Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar dan pihak China, Wang Yi, di Moscow Rusia pada 10 September lalu.

Pada dialog yang dilakukan hari Senin lalu, delegasi India yang dipimpin oleh Komandan Korps 14 Letjen Harinder Singh dan kepada Distrik Militer Xinjiang Selatan Mayor Jenderal Liu Lin tidak menghasilkan kata sepakat untuk meredakan konflik yang ada di perbatasan.

Tetapi dari hasil pembiacaraan kedua negara, ada isyarat bahwa China dan India sama-sama setuju untuk 'dengan sungguh-sungguh melaksanakan konsensus penting' yang dicapai sebelumnya oleh Jaishankar dan Wang Yi untuk menjaga perdamaian di daerah LAC.

Dari hasil pembicaraan tersebut, kedua negara juga menyetujui untuk segera 'melepaskan diri' dari wilayah dataran tinggi LAC yang mana menjadi daerah perselisihan China dan India.

China dan India juga sepakat untuk mengadakan pertemuan tingkat komandan militer sesegera mungkin.

Ini dilakukan demi mengambil langkah-langkah praktis untuk menyelesaikan masalah di lapangan dengan benar, dan bersama-sama menjaga perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini