Warning! Mimpi Buruk Jadi Kenyataan, Nilai Tukar Rupiah Pun Jadi Bulan-Bulanan

Warning! Mimpi Buruk Jadi Kenyataan, Nilai Tukar Rupiah Pun Jadi Bulan-Bulanan Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Mimpi buruk bahwa ekonomi Indonesia akan terjerembap ke jurang resesi akhirnya menjadi kenyataan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sendiri yang menyampaikan hal itu bahwa banyak negara yang tidak mampu menghindar dari resesi akibat pandemi Covid-19, termasuk Indonesia.

"Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, Inggris, dan juga negara Asean di sekitar kita seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam," tegasnya pada Selasa, 22 September 2020 kemarin.

Baca Juga: BTPN Buka Suara Soal Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Jenius, Akan Ganti Rugi?

Pernyataan Menkeu ihwal resesi itu pun langsung berdampak kepada seluruh instrumen investasi domestik, mulai dari saham, emas, hingga nilai tukar rupiah. Sang Garuda yang pagi tadi sempat unjuk gigi pun kini berbalik menjadi bulan-bulanan mata uang global. 

Baca Juga: Pantang Menyerah! Dari Asia hingga Dunia, Bertekuk Lutut di Hadapan Rupiah

Per siang ini, rupiah kembali tumbang di kisaran Rp14.822 per dolar AS. Terhitung hingga pukul 10.47 WIB, rupiah terkoreksi sedalam -0,17% ke level Rp14.801 per dolar AS. Mata uang Eropa juga ikut menekan rupiah, yaitu poundsterling (-0,12%). Untungnya, rupiah masih sedikit lebih baik daripada dolar Australia (0,42%) dan euro (0,07%). 

Sementara itu, pergerakan rupiah di Asia terpantau variatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah unggul terhadap baht (0,36%), dolar Taiwan (0,14%), dan ringgit (0,11%). Namun, pada saat bersamaan, rupiah keok terhadap dolar Hong Kong (-0,16%) won (-0,08%), yen (-0,04%), dan dolar Singapura (-0,03%).

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini