Wadidaw, Harga Emas Diramal Amblas, di Waktu Ini...

Wadidaw, Harga Emas Diramal Amblas, di Waktu Ini... Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas ke depannya akan semakin mengalami penurunan seiring dengan membaiknya ekonomi dunia. Perbaikan itu ditandai dengan menguatnya ekonomi Amerika Serikat serta akan tersedianya vaksin Covid-19 di beberapa negara.

"Para pelaku pasar melihat bahwa ekonomi di Amerika Serikat akan lebih baik ke depannya dibandingkan prediksi sebelumnya," katanya, Jumat (18/9/2020).

Ia menjelaskan, menguatnya ekonomi AS didukung oleh pernyataan The Fed, bank sentral Amerika Serikat, yang menginginkan inflasi di atas 2%. Kemudian, data pengangguran di AS juga semakin berkurang, ditambah membaiknya industri manufaktur di negeri Paman Sam tersebut.

Baca Juga: Senasib Sepenanggungan, 3 Hari Berturut-Turut Harga Emas Antam Gak Kuat Nanjak

Baca Juga: Emas Digital Ikut Naik Daun, Treasury Ketiban Rezeki Nomplok, Tumbuh Nyaris 40%!

"Ini menyebabkan indeks dolar semakin menguat," jelasnya.

Selain itu, vaksin Covid-19 akan tersedia di beberapa negara. Misalnya di AS yang dalam dua pekan ke depan akan tersedia. Sementara, di Rusia vaksin akan ada di Oktober, sedangkan di China dan Eropa vaksin masuk tahap ke III.

"Ini artinya vaksin akan ada. Karena kunci mengatasi pandemi ini cuma satu, yaitu vaksin. Jika vaksin ada, maka ekonomi di dunia akan berputar dan tumbuh membaik," terangnya.

Dengan membaiknya ekonomi dunia, maka pelaku pasar akan meninggalkan emas. Sebab, emas dinilai sudah tidak lagi menguntungkan untuk investasi.

"Ekonomi dunia membaik, pelaku pasar lebih condong ke obligasi dan saham. Dengan begitu harga emas akan kembali ke level terendahnya di kisaran USD 1.795 per troy ounce atau Rp932.000 per gram," tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini