Pandemi Tekan Laba Bersih BRI Turun 36,9%

Pandemi Tekan Laba Bersih BRI Turun 36,9% Foto: Sufri Yuliardi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal II 2020 sebesar 36,9% dibanding dalam periode yang sama pada tahun lalu menjadi Rp10,2 triliun. Penurunan itu disebabkan oleh keputusan perseroan untuk melakukan restrukturisasi kredit.

"Selama enam bulan ini laba kita Rp10,2 triliun. Raihan ini turun sebesar 36,9% dibandingkan tahun lalu," kata Direktur Utama BRI, Sunarso, di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga: DPR Panggil BRI dan Mandiri Soal Penyaluran Dana PEN

Meskipun laba bersih menurun, beberapa rasio keuangan lainnya masih menunjukkan pertumbuhan. Sunarso mengatakan, hingga kuartal II, BRI mencatat kenaikan aset menjadi Rp1.387,8 triliun atau tumbuh 7,7%.

"BRI masih mampu menumbuhkan aset 7,7% dan kemudian aset itu tentunya mayoritas dalam bentuk aset kredit yang masih tumbuh 5,2% dan dibentuk oleh simpanan masyarakat itu tumbuh 13,5%," ucapnya.

Berikutnya, Loan To Deposit Ratio (LDR) BRI kuartal II 2020 justru menurun tajam, yakni 86,06% dibanding kuartal I 2020 yang 92,81%. LDR menurun ini karena melambatnya penyaluran kredit di tengah tekanan pandemi serta kecenderungan masyarakat yang memilih untuk menyimpan dananya di bank.

"NPL mengalami kenaikan sebesar 3,13% pada kuartal II 2020. Ini masih di bawah ketentuan maksimal NPL yang membahayakan di angka 5%," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini