Gegara Pandemi, Masyarakat Tarik Rem Pengeluaran dan Belanja

Gegara Pandemi, Masyarakat Tarik Rem Pengeluaran dan Belanja Foto: Unsplash/freestocks

Survei global terbaru dari Standard Chartered menyebutkan, sebanyak 81% orang Indonesia (dan 75% secara global) mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat mereka lebih berhati-hati dengan pengeluaran mereka.

Sebagai refleksi peningkatan kehati-hatian ini, 64% responden survei di Indonesia (dan 62% secara global) mengatakan bahwa dampak ekonomi Covid-19 membuat mereka cenderung lebih melacak pengeluaran mereka dengan 85% menggunakan atau tertarik menggunakan alat penghitung anggaran dan 78% menggunakan atau menginginkan alat yang memblokir pembelanjaan dengan kartu bila melebihi batas yang ditentukan.

Baca Juga: Belanja Melempem, Inflasi Tahun Ini Diperkirakan Hanya 2%

Konsumen di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sekarang juga menghabiskan lebih banyak uang untuk kebutuhan dasar-seperti bahan makanan dan perawatan kesehatan-serta perangkat digital dibandingkan dengan apa yang mereka belanjakan sebelum pandemi. Mereka juga melihat bahwa peningkatan ini akan terus berlanjut di masa mendatang.

"56% orang Indonesia (64% secara global) mengatakan bahwa mereka mengeluarkan lebih sedikit uang untuk perjalanan/liburan bila dibandingkan sebelum pandemi," tulis survei tersebut yang dipublikasikan belum lama ini.

Kemudian 36% orang Indonesia (dan 41% secara global) menghabiskan lebih sedikit untuk hal yang bersifat pengalaman dan 49% (55% secara global) mengeluarkan lebih sedikit uang untuk belanja pakaian. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan 35% orang Indonesia mengatakan ke depannya mereka mengantisipasi pengeluaran yang lebih sedikit untuk perjalanan/liburan.

"Selain itu, ke depannya, 24% dari orang Indonesia akan mengeluarkan uang lebih sedikit untuk hal yang bersifat pengalaman dan 31% akan mengurangi berbelanja pakaian," terang survei Standard Chartered.

Adapun survei ini dilakukan secara daring dan berdurasi 10 menit, serta dilakukan terhadap 12.000 orang berusia 18 tahun ke atas di 12 negara: Hong Kong, Taiwan, China Daratan, Singapura, Indonesia, Malaysia, India, UEA, Kenya, Pakistan, Inggris, dan AS.

Survei dilakukan antara 17-21 Agustus 2020. Hasilnya ditimbang berdasarkan sensus nasional terakhir di setiap pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah makro dan harus dianggap mewakili populasi daring.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini