Emas Digital Ikut Naik Daun, Treasury Ketiban Rezeki Nomplok, Tumbuh Nyaris 40%!

Emas Digital Ikut Naik Daun, Treasury Ketiban Rezeki Nomplok, Tumbuh Nyaris 40%! Foto: Agus Aryanto

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 5,32% pada kuartal kedua 2020. Meskipun demikian, kinerja perdagangan emas fisik digital mencatatkan tren positif yang didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki simpanan emas.

Hal ini terlihat dari melonjaknya permintaan emas fisik digital 24 karat. Bahkan di tengah pandemi yang terjadi saat ini, frekuensi beli emas di platform Treasury meningkat hingga dua digit.

Berdasarkan catatan Treasury, permintaan terhadap emas fisik digital 24 karat terus meningkat, tren pembelian emas fisik digital secara gramasi tumbuh hampir 40% hingga akhir semester pertama 2020.

Baca Juga: Yok Kuras Dompet Dalam-Dalam: Harga Emas 24 Karat Hari Ini Melambung!

"Kami sangat bersyukur bisa mencatatkan pertumbuhan yang positif, ditengah kondisi pasar yang sedang tertekan. Minat masyarakat Indonesia untuk memiliki emas terus meningkat, meskipun harga emas melonjak lebih dari 39% sejak pemerintah mengumumkan temuan kasus Covid-19 pertama di Indonesia," kata Narantara Sitepu, Head of Marketing & Communication Treasury, Rabu (16/9/2020).

Selain itu, kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan oleh berbagai perusahaan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, juga turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap emas fisik digital.

"Kami melihat adanya pengalihan alokasi untuk liburan, hangout, hingga  transportasi untuk membeli emas fisik digital 24 karat di Treasury," lanjut Narantara.

Bagi masyarakat yang ingin memulai membeli dan menyimpan emas, perusahaan memiliki tips yang sangat mudah untuk dipraktikan, yaitu beli emas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki secara rutin dan jual emas jika benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, akan terbangun pola fikir yang mengedepankan kebutuhan jangka panjang.

"Kami berharap tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir 2020. Seiring pulihnya perekomian Indonesia, kami yakin permintaan terhadap emas fisik digital juga akan mengalami peningkatan. Didorong oleh tingginya kesadaran untuk memiliki dana darurat dan pulihnya pendapatan masyarakat," tutup Narantara.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini