Tren Berubah, Remaja Justru Jadi Incaran Virus Corona Dibanding Lansia

Tren Berubah, Remaja Justru Jadi Incaran Virus Corona Dibanding Lansia Foto: Antara/REUTERS/Eric Gaillard

Pada beberapa bulan pertama tahun 2020, pandemi Covid-19 mulai meneror sebagian besar wilayah di dunia.

Tidak pandang bulu, baik kalangan muda atau tua bisa saja tertular wabah mematikan ini.

Baca Juga: Alamak, Sudah 5 Juta Warga India Terinfeksi Virus Corona

Beberapa bulan lalu, korban meninggal dari pandemi Covid-19 lebih banyak didominasi para lansia dengan usia 60 tahun keatas.

Kini tren tersebut bergeser dimana Covid-19 juga mulai membunuh para generasi muda.

Dikutip dari Al-Jazeera, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan data kematian terbaru pasien pandemi Covid-19 yang ada di AS.

Dari 121 kematian yang terjadi setiap harinya, 75 persen diantara mereka adalah masyarakat yang berusia dibawah 21 tahun.

Angka 75 persen dari para remaja tersebut kembali dibagi dalam beberapa kategori.

45 persen merupakan orang Hispanik, 29 persen adalah masyarakat kulit hitam, dan empat persen sisanya ialah American Indians atau Alaskan Natives.

Secara keseluruhan, angka kematian di Amerika Serikat akibat pandemi Covid-19 memang didominasi oleh para remaja.

Namun ini tidak menjadi bukti bahwa sistem imun ataupun kesehatan remaja di Amerika Serikat lebih buruk dibandingkan orang dewasa.

Kenaikan kasus kematian ini terjadi akibat banyak remaja yang mengikuti aksi massa Black Lives Matters kasus kematian George Floyd beberapa waktu lalu.

Tanpa adanya protokol kesehatan yang dilakukan, secara tanpa sengaja, remaja-remaja tersebut menularkan Covid-19 antara satu sama lainnya.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini