Dibongkar Orang Istana, Ini Alasan Jokowi Tugasi Luhut Tekan Covid-19 di Wilayah Anies CS

Dibongkar Orang Istana, Ini Alasan Jokowi Tugasi Luhut Tekan Covid-19 di Wilayah Anies CS Foto: Sufri Yuliardi

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengungkap alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Luhut Binsar Pandjaitan dalam menangani Covid-19 di sembilan provinsi.

Diketahui sebelumnya, sembilan provinsi yang dimaksud Presiden Jokowi adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara dan Papua. Baca Juga: Gak Sefrekuensi dengan Anies, Kang Emil Ngadu ke Luhut Minta Tolong...

Donny menjelaskan, Luhut merupakan Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di samping menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves). Oleh sebab itu, Luhut disebut memiliki wewenang untuk terlibat dalam penanganan virus Corona. Baca Juga: Opung Luhut Ungkap 8 Biang Kerok Ekonomi Jatuh ke Minus 5,32%

"Artinya sebenarnya beliau juga secara keorganisasian secara tupoksi memiliki wewenang untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk menekan angka positif," ujar Doni saat dihubungi wartawan, Rabu (16/9/2020). 

Donny berujar, Jokowi meyakini Luhut mampu mengeksekusi arahan-arahan yang disampaikan kepala negara. Karena itulah politikus senior Golkar tersebut dipilih Jokowi untuk ikut menangani corona di sembilan wilayah.

"Nah, saya kira penugasan ini biasa saja Presiden ingin menugaskan sosok yang yang menurut beliau mampu melakukan atau mampu mengeksekusi arahan-arahan beliau khususnya dalam penanganan Covid-19. Jadi saya kira kepercayaan terhadap Pak Luhut ini diberikan sesuai dengan kapasitas masing-masing sesuai dengan resources yang mereka miliki, untuk bisa segera menurunkan kasus Covid di sembilan provinsi tersebut," tambah Donny.  

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini