Erick Thohir Suntik 9 BUMN Senilai Rp42,3 Triliun, Belum Termasuk PNM!

Erick Thohir Suntik 9 BUMN Senilai Rp42,3 Triliun, Belum Termasuk PNM! Foto: Sufri Yuliardi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, biaya investasi senilai Rp42,3 triliun yang nantinya dialokasikan pemerintah kepada sembilan perseroan pelat merah tidak termasuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp37,18 triliun yang tengah dibahas bersama Komisi VI DPR.

Erick mengatakan, dana investasi perseroan negara mayoritas berasal dari cash flow Kementerian BUMN. Meski demikian, Erick tak menafikan adanya 'campur aduk' antara anggaran PMN dan investasi yang nantinya digunakan sejumlah BUMN dalam mendorong kinerja bisnisnya.

"Kalau biaya investasi itu ada cash flow-nya sendiri di BUMN. Tapi kita mengharapkan PMN itu ke depan itu daripada penugasan, jadi mem-break down mana penugasan, mana investasi. Kalau sekarang tercampur (anggaran)," ujar Erick saat ditemui di gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca Juga: OTG Membahayakan, Erick Thohir Siap Turun Gunung Razia Para OTG

Baca Juga: Sri Mulyani Memohon ke DPR, Minta Dana Tambahan Rp938 M

Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendetilkan dan memperjelas sejumlah anggaran yang 'campur aduk'. Langkah itu dilakukan agar bisa menjadi acuan bagi sejumlah dirut perusahaan pelat merah.

Sementara terkait dengan postur biaya investasi sembilan perseroan negara, Kementerian BUMN telah membahas bersama dengan Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, pada Senin siang tadi juga sudah memaparkan jumlah anggaran yang nantinya akan diperoleh kesembilan BUMN. "Soal biaya investasi sejumlah perusahaan BUMN, itu detilnya ada," kata dia.

Adapun rincian alokasi dana investasi bagi sembilan BUMN di antaranya, pertama, PT PLN (Persero) mendapat biaya investasi senilai Rp5 triliun. Dana itu akan digunakan sebagai pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk transmisi, gardu induk, dan distribusi untuk listrik pedesaan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini