Global Warming, Jangan Kaget Jika Arktik Jadi Lokasi Paling Panas di Bumi

Global Warming, Jangan Kaget Jika Arktik Jadi Lokasi Paling Panas di Bumi Foto: MOSAiC/Steffen Graupner

Daerah Arktik selama ini dikenal memiliki permukaan es yang tebal diikuti dengan hujan salju yang deras.

Hal ini diakibatkan suhu di daerah tersebut terbilang sangat dingin dengan temperatur hariannya mencapai angka -2 derajat celsius.

Baca Juga: Perih! Lapisan Es Greenland Seluas 100 Km Kembali Terpecah-pecah

Tapi hal tersebut bisa saja berubah di masa depan karena efek pemanasan global yang terus terjadi di bumi.

Kedepannya Arktik ditakutkan akan mengalami pergeseran iklim akibat terjadinya hal tersebut.

Dikutip dari Science Daily, Artik di masa depan diperkirakan akan memiliki lebih banyak daerah dengan air yang terbuka.

Tidak hanya itu, suhu udara juga diperkirakan akan menjadi lebih panas sehingga mencairkan es-es yang ada di sana.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah studi berjudul 'Transisi Arktik pada Kondisi Iklim Baru, Proyeksi tentang Lebih Sedikit Es, Lebih Banyak Hujan, dan Udara yang Lebih Hangat' yang diterbitkan pada Senin (14/9/2020) kemarin.

"Semua orang tahu bahwa Arktik sedang berubah saat ini.

"Kami benar-benar ingin mengukur apakah ini adalah iklim yang baru melihat perubahannya yang sangat cepat," tulis peneliti utama studi tersebut, dr Laura Landrum.

Penemuan pergeseran iklim di Arktik ini terjadi berdasarkan observasi dari Landrum dan teman-temannya.

Mereka melihat bahwa luasnya daerah es di arktik konsisten mengalami pengurangan selama beberapa tahun terakhir.

Yang paling buruk terjadi pada pertengahan abad ke 20 dimana es laut Artik telah menurun sebanyak 12 persen per dekadenya.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini