Anak Petani Siap Duduki Kursi Perdana Menteri

Anak Petani Siap Duduki Kursi Perdana Menteri Foto: Reuters/Philip Fong

Yoshihide Suga (71 tahun) menang telak dalam pemilihan pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP), Senin (14/9/2020) waktu setempat. Ia berpeluang besar menggantikan posisi Shinzo Abe sebagai perdana menteri Jepang dalam pemilihan parlemen pekan ini.

Putra seorang petani stroberi dari Jepang Utara itu memulai karier politiknya sebagai anggota dewan lokal. Kemudian, sejak 2012 menjabat sebagai kepala sekretaris kabinet.

Baca Juga: Yoshihide Suga Selangkah Lagi Jadi PM Baru Jepang

Ia bertindak sebagai juru bicara utama pemerintah Abe dengan mengordinasikan kebijakan, dan menjaga birokrat tetap sejalan. Sepekan terakhir dia memulai kampanyenya untuk menjadi pemimpin Jepang menggantikan Abe yang mundur karena alasan kesehatan.

Sebagai kepala sekretaris kabinet selama hampir delapan tahun, Suga telah bertindak sebagai orang kedua secara de facto dalam pemerintahan Jepang.

Suga muncul sebagai favorit yang jelas untuk menggantikan Abe sejak mendapatkan dukungan dari faksi-faksi utama LDP. Prediksi pengamat tentang kemenangan Suga telah terlihat jelas atas para pesaingnya Fumio Kishida mantan menteri luar negeri, dan Shigeru Ishiba, seorang mantan menteri pertahanan.

Suga juga mendapat dukungan kuat dari cabang LDP lokal. Menurut penghitungan oleh NHK, ia mengambil 89 suara dari perwakilan lokal versus 42 untuk Ishiba dan 10 untuk Kishida.

Suga, pria berusia 71 tahun itu secara luas dipandang sebagai kandidat pelanjut Abe. Kebijakan ekonomi pendahulunya merupakan kombinasi dari pengeluaran pemerintah yang besar, kebijakan moneter yang sangat mudah, dan reformasi struktural yang akan tetap tidak tersentuh, menurutnya.

"Satu-satunya alasan Suga mendapatkan jabatan perdana menteri adalah karena dia bersumpah untuk melanjutkan kebijakan Abe, jadi untuk perdana menteri baru dia sangat dibatasi oleh catatan dan warisan pemerintahan sebelumnya," kata Koichi Nakano, seorang profesor ilmu politik di Universitas Sophia di Tokyo dikutip laman Guardian, Senin.

Mengenai kebijakan luar negeri, Suga akan terus memprioritaskan hubungan keamanan Jepang dengan Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi China dan Korea Utara. Meskipun dia mengakui tidak memiliki "keterampilan diplomatik" seperti Abe yang mampu menjalin hubungan pribadi erat dengan Donald Trump.

Terlepas dari hubungan politiknya yang erat dengan Abe, latar belakang Suga sangat berbeda. Sebagai putra seorang menteri luar negeri dan cucu perdana menteri, Abe menonjol bahkan di parlemen yang dipenuhi politisi keturunan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini