Aturan Sembrono Duterte Dinilai Mau Bikin Rakyatnya Mati karena Corona

Aturan Sembrono Duterte Dinilai Mau Bikin Rakyatnya Mati karena Corona Foto: Reuters/Erik De Castro

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali bikin aturan ugal-ugalan karena memperpendek jarak fisik menjadi 30 sentimeter di transportasi umum. Para ahli sebagai keputusan yang berbahaya dan prematur, karena negara itu kembali mencatat rekor baru jumlah kematian akibat COVID-19.

"Ini akan berisiko, sembrono, kontra-intuitif, dan akan menunda perataan kurva," kata Anthony Leachon, mantan presiden Philippine College of Physicians, kepada saluran berita ANC.

Leachon menambahkan aturan itu tampaknya seperti upaya Duterte bikin rakyatnya mati karena corona. Mengurangi jarak antarpenumpang secara bertahap hingga sepertiga dari minimum 1 meter dapat menjadi bumerang, para ahli dan profesional medis memperingatkan, dan memperpanjang gelombang pertama infeksi yang telah diperangi Filipina sejak Maret.

“Sekalipun memakai pelindung wajah dan masker, mengurangi jarak di antaranya akan berbahaya,” ujar Leachon, kemudian menambahkan bahwa jarak 1 atau 2 meter itu telah sesuai standar minimum internasional.

Aturan baru itu mulai berlaku pada Senin, ketika Filipina melaporkan 259 kematian baru yang dikonfirmasi, rekor untuk kedua kalinya dalam tiga hari.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini