RI 'Ditakuti' Puluhan Negara, Lobi-lobi Peringanan Pun Dilakukan

RI 'Ditakuti' Puluhan Negara, Lobi-lobi Peringanan Pun Dilakukan Foto: Antara/REUTERS/Eric Gaillard

Indonesia mengupayakan lobi kepada negara yang membatasi kunjungan untuk pelancong Tanah Air. Sebelumnya, sebanyak 59 negara telah menutup perbatasan untuk pelancong asal Indonesia.

Langkah itu adalah dampak dari jumlah kasus infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) yang sangat tinggi di Tanah Air, di mana penanganan terhadap pandemi disebut sebagai faktor utama larangan tersebut. 

Baca Juga: Pembatasan Aktivitas di Yangon Mantap, Barikade Kayu dan Besi Pun Dipasang

Dilansir The Asian Affairs, Malaysia adalah salah satu negara yang memberlakukan larangan terhadap WNI, termasuk pemegang visa jangka panjang untuk memasuki negaranya.

Pada Senin (7/9/2020), larangan secara efektif berlaku, setelah diumumkan pada awal bulan ini oleh Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob. 

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau CDC juga mengeluarkan  peringatan Level 3 bagi warga AS yang berencana berkunjung ke Indonesia.

Peringatan terlihat dalam informasi di situs resmi CDC, di mana masyarakat Negeri Paman Sam diminta untuk menghindari bepergian ke Indonesia kecuali untuk kebutuhan yang mendesak. 

Peringatan tersebut berlaku untuk semua warga AS. CDC menilai jika warga terkena Covid-19 di Indonesia, maka layanan kesehatan yang bisa diakses akan sangat terbatas. Hungaria, Jepang, Uni Emirat Arab (UEA), Brunei Darussalam, Australia, dan Afrika Selatan adalah di antara negara yang juga membatasi kunjungan dari Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan, Duta Besar Indonesia untuk Hungaria Abdurachman Hudiono Dimas Wahab mengatakan larangan tersebut telah dilonggarkan pada Agustus dengan syarat dilakukan dua tes PCR. Namun, mulai September, larangan tersebut diperketat.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini