Negara Arab Jatuh ke Pelukan Israel, Siapa Paling Diuntungkan?

Negara Arab Jatuh ke Pelukan Israel, Siapa Paling Diuntungkan? Foto: Antara/REUTERS/Mohammed Salem

Palestina mengatakan bahwa normalisasi yang ditengahi Amerika Serikat (AS) antara negara-negara Arab dan Israel dimaksudkan untuk kepentingan politik Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

"Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menormalisasi hubungan mereka dengan Israel untuk mendukung kampanye pemilihan kembali Trump dan meningkatkan situasi politik internal Netanyahu," kata Mahmoud al-Aloul, wakil ketua Fatah.

Baca Juga: Jika Strategi Israel Ini Sukses, Situs-situs Keagaman Palestina Lenyap

Aloul, seperti dilansir Xinhua pada Senin (14/9/2020), kemudian meminta Liga Arab untuk menghadapi gelombang normalisasi dengan Israel, mencatat mereka harus mematuhi keputusannya terkait dengan masalah Palestina. 

Seperti diketahui, Bahrain mengikuti jejak UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Keputusan itu diambil setelah pembicaraan antara Trump, Netanyahu dan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa pada hari Jumat lalu.

Bahrain dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel pada 15 September di Washington, di mana kesepakatan serupa antara UEA dan Israel juga akan ditandatangani. 

Dengan adanya keputusan ini, Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Mesir, Yordania, dan UEA. Mesir dan Yordania masing-masing menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel pada 1979 dan 1994.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini