Jika Strategi Israel Ini Sukses, Situs-situs Keagamaan Palestina Lenyap

Jika Strategi Israel Ini Sukses, Situs-situs Keagamaan Palestina Lenyap Foto: AFP

Machsom Watch, sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, telah mengungkapkan bahwa otoritas pendudukan Israel menggunakan tiga strategi untuk menghapus situs-situs keagamaan Palestina.

Dalam laporan yang panjang, kelompok HAM itu mengungkapkan bahwa banyak situs Islam tersebar di Israel dan wilayah pendudukan, yang dinamai menurut nama nabi dan ulama.

Baca Juga: 4 Negara Arab dalam Pelukan Israel

Machson Watch menyampaikan bahwa para peziarah biasa mengunjungi situs-situs tersebut untuk salat selama hari raya keagamaan atau untuk pemulihan dari penyakit. Terkadang, mereka mengunjungi tempat-tempat ini untuk mengatur pertemuan keluarga.

Namun, lanjut Machsom Watch, sejak dimulainya pendudukan, pihak berwenang Israel memiliki standar ganda dalam menangani situs-situs tersebut. Pihak Zionis memberi perhatian lebih pada situs-situs yang dinamai menurut nama nabi yang disebutkan dalam Taurat, baik di Israel maupun di wilayah pendudukan.

Untuk menghapus situs dan identitasnya, otoritas Israel menyatakannya sebagai bagian dari zona militer. Kelompok HAM tersebut menggambarkan zona-zona ini sebagai permukiman atau area untuk pelatihan militer, yang tidak dapat diakses oleh warga Palestina.

Machsom Watch mengungkapkan bahwa strategi lainnya adalah menambahkan situs-situs ini menjadi cagar alam yang diawasi oleh otoritas yang melindungi cagar dan situs keagamaan.

Machsom Watch menegaskan bahwa dengan cara ini, situs suci Islam dan Palestina kehilangan identitas mereka karena menjadi tidak dikenal melalui penghentian kunjungan rutin.

Strategi ketiga, mengabaikan situs-situs suci yang tidak memiliki nama nabi yang disebutkan dalam Taurat, dan menginvestasikan dana hanya di situs-situs yang diklaim sebagai situs-situs Yahudi.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini