Penusuk Syekh Ali Jaber Diduga Alami Gangguan Jiwa, Psikolog Forensik Tanyakan Ini

Penusuk Syekh Ali Jaber Diduga Alami Gangguan Jiwa, Psikolog Forensik Tanyakan Ini Foto: IG @indonesiamengaji.id

Terulangnya kembali penyerangan terhadap ulama oleh orang tak dikenal yang diduga mengidap gangguan jiwa menimbulkan tanda tanya besar.

Salah satunya dari Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. Menurutnya, harus dicek kebenaran pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga: Waspada Alasan Gila, Din Syamsuddin: Penusukan Syekh Ali Jaber Bentuk Kriminalisasi Ulama

"Gangguan jiwa tipe apa, apakah yang termasuk tipe yang mendapat pemaafan hukum?" kata Reza kepada SINDOnews, Minggu (13/9/2020).

Pertanyaan kedua, kata dia, ke mana pihak yang bertanggung jawab menjaga orang dengan gangguan sakit jiwa sehingga membahayakan orang lain. Pihak tersebut juga bisa dikenakan sanksi pidana.

"Lalu, apa kabar para pelaku penyerangan pemuka agama pada kejadian-kejadian terdahulu yang disebut juga mengidap gangguan jiwa? Mereka dirawat?" tanyanya kembali.

Menurutnya, hakim dapat memerintahkan agar pelaku dengan gangguan jiwa seperti itu dirawat di RS Jiwa. Namun, katanya, banyak kasus yang disetop di tingkat penyelidikan sehingga perintah hakim tersebut tidak pernah ada.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat sedang ceramah di Masjid Fallahudin, Bandar Lampung, Minggu sore. Dalam serangan itu, Ali mengalami luka tusuk cukup dalam hingga mendapat 10 jahitan. Pelaku penusukan, yakni Alfin Andria bin M Rudi, diduga mengalami gangguan kejiwaan dan masih dalam pemeriksaan polisi.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini