Apa Itu Doomscrolling?

Apa Itu Doomscrolling? Foto: Unsplash/Hello I'm Nik

Psikiater UGM, Ronny Tri Wirasto, mengatakan doomscrolling atau doomsurfing adalah kecenderungan untuk menelusuri berita negatif terus-menerus melalui media sosial. Doomscrolling atau doomsurfing menjadi istilah populer sejak pandemi Covid-19 melanda.

Fenomena doomscrolling semakin banyak dijumpai selama masa pandemi, termasuk di Indonesia. Ia menilai isolasi yang banyak dianjurkan untuk dilaksanakan, baik secara fisik maupun sosial menjadi salah satu faktor pemicu doomscrolling.

Baca Juga: Dukung Anies Baswedan, JK: Faktanya... Kasus Covid-19 Meningkat

Sebab, ia berpendapat isolasi tersebut mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan informasi, salah satunya lewat media sosial. Hal itu dilakukan karena isolasi membuat orang tidak mau kehilangan yang sudah ada sebelumnya.

"Baik secara sosial maupun fisik. Untuk mempertahankan itu, salah satunya dilakukan melalui media sosial, termasuk membuat perilaku scrolling atau surfing," kata Ronny, beberapa waktu lalu.

Ronny menuturkan, ketika seseorang berada dalam kondisi khawatir atau merasa cemas, doomscrolling dilakukan untuk mengubah perasaan mereka. Artinya, saat melakukan itu orang berharap kecemasannya tertutup sesuatu yang lebih kuat.

"Sesuatu yang buruk atau negatif akan menutup rasa ketidaknyamaan itu," ujar Ronny.

Ia menyampaikan, doomscrolling memiliki efek negatif bagi kesehatan fisik maupun mental. Aktivitas ini awalnya menimbulkan gangguan kesulitan tidur, gangguan pola tidur itu akhirnya akan menyebabkan kesehatan fisik terganggu.

Selain itu, doomscrolling menyebabkan kelelahan secara mental, seseorang akan merasakan lelah yang berlebihan, jadi mudah marah dan sensitif. Jika kondisi ini terus berlanjut dikhawatirkan akan memunculkan gangguan mental.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini