Bima Arya: Ekonomi Lumpuh Gara-Gara PSBB Total

Bima Arya: Ekonomi Lumpuh Gara-Gara PSBB Total Foto: Sufri Yuliardi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berusaha mencari solusi moderat menangani pandemi Covid-19 dengan menjaga keseimbangan antara sektor kesehatan, yakni menekan penularan Covid-19 dan menjaga sektor ekonomi tetap bergerak positif.

"Kalau diterapkan PSBB total dan sektor ekonomi ditutup maka akan lumpuh. Warga akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Kota Bogor Sabtu (12/9/2020).

Baca Juga: PDIP Nilai Terobosan Gubernur DKI Nol Besar, Jawaban Anies Menohok!

Baca Juga: Tolak Rencana Anies PSBB Total, Orang Terkaya RI Kirim Surat Ke Jokowi: Yth Bapak Presiden...

Bima mengaku, sudah bertemu dengan para pengusaha di Kota Bogor, dan mendiskusikan solusi terbaik pada situasi pandemi Covid-19 saat ini.

"Ada usulan-usulan dari para pengusaha untuk menjaga keseimbangan kesehatan dan ekonomi. Ada formula-formulanya, nanti kita laksanakan," katanya.

Perekonomian di Kota Bogor, kata Bima, sudah mulai menggeliat setelah Pemkot Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB) mulai 4 Juli lalu.

"Perekonomian rakyat sudah mulai menggeliat, tapi kemudian kasus positif Covid-19 menigkat lagi sehingga harus dicari titik temunya," katanya.

Baca Juga: Anies Siapkan 2 Tower Wisma Atlet Khusus Tangani Orang Tanpa Gejala

Bima menjelaskan, Pemkot kemudian, memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) mulai 29 Agustus hingga 11 September, dan diperpanjang hingga 14 September. Tujuannya dalah untuk mengerem sedikit sektor usaha dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Sektor usaha dibatasi jam operasionalnya tapi tidak ditutup. Sasarannya untuk menekan penulatan Covid-19," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Menurut Bima, Pemkot Bogor menerapkan PSBMK sampai Senin (14/9/2020). Pemkot, Bima melanjutkan, masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan PSBB total mulai Senin (14/9/2020).

"Setelah hari Senin nanti akan diumumkan lagi," katanya. 

Bima menuturkan, Pemkot Bogor kemungkinan besar akan melanjutkan PSBMK dengan penguatan edukasi kepada warga mengenai Covid-19 dan pencegahanya.

"Edukasi kepada warga akan melihatkan dokter dan pemuka agama. Saya sudah koordinasi dengan IDI Kota Bogor dan menyatakan siap. Saya juga sudah berkoordinasi dengan MUI Kota Bogor yang juga menyatakan siap," katanya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini