Alamak, Ruang ICU dan HCU di Depok Nyaris Penuh

Alamak, Ruang ICU dan HCU di Depok Nyaris Penuh Foto: Antara/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool

Meningkatnya pasien penderita Covid-19 di Kota Depok mengancam ketersediaan kamar ICU dan HCU. Ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUD Depok pun nyaris penuh.

“Kondisi di lapangan terjadi beberapa peningkatan atau ekskalasi yang mereka susah mencari rujukan ICU atau high care, maka kami ada niat untuk menambah ICU,” kataDirektur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020). 

Baca Juga: Lebarkan Sayap, Lulu Hypermarket Ke-4 Hadir di Depok

Dikatakan dia, ruang ICU dan HCU saat ini nyaris sulit ditemui. Kondisi ini, kata dia memang di luar prediksinya.

“Kami juga tidak menyangka kondisinya seperti itu. Kami kira, sudah mulai menurun. Tapi ya itu, tidak bisa kami prediksi juga. Semuanya merasa ini beban yang berat yang harus kita pikirkan secara cepat jalan keluarnya seperti apa,” ungkapnya.

Pihaknya mewacanakan penambahan ruang ICU dan HCU. Saat ini, ada 2 unit ICU dan 2 HCU yang difungsikan untuk perawatan pasien positif Covid-19 di RSUD Depok. Jumlah tersebut sudah termasuk dalam total 55 tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD Depok yang belakangan ini hampir terisi penuh.

Namun dia belum meyakini rencana penambahan itu akan terwujud dalam waktu singkat. Karena menambah ICU dan HCU untuk pasien positif Covid-19 juga harus menambah jumlah perawat. Perawat khusus pasien Covid-19 di ICU dan HCU harus memenuhi standar kompetensi khusus dengan cara mengikuti kursus selama 2-3 pekan.

"Tentu kami harus merekrut dan kirim ke rumah sakit yang ada pelatihan untuk ICU. Itu perlu effort, semua rumah sakit punya kendala itu. Menambah ICU tidak mungkin tanpa menambah SDM ICU," ujarnya.

Devi menuturkan kalau pasien biasa maka satu perawat bisa menangani hingga empat orang. Namun untuk di ICU, 1 pasien 1 perawat dan perawatnya harus punya kompetensi.

“Tidak sama dengan perawat di ruangan biasa," ucapnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini