Din Syamsuddin Cs, Ditegur Relawan Jokowi, Gara-gara...

Din Syamsuddin Cs, Ditegur Relawan Jokowi, Gara-gara... Foto: Sufri Yuliardi

Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) tak terima namanya digunakan oleh Din Syamsuddin dan rekan-rekannya saat deklarasi yang dinamakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), 18 Agustus 2020 lalu, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KAMI Abdul Rosyid Walid.

Ia mengatakan, berdasarkan surat keputusan Nomor AHU 0003 249. AH. 01.07 tahun 2020 Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, dan nomor register tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf pada pilpres 2019 lalu menerangkan dan menegaskan, bahwa Kaukus Anak Muda Indonesia atau KAMI merupakan organisasi kemasyarakatan pemuda yang resmi yang menjadi relawan pemenangan bapak Presiden Joko Widodo dan wakil presiden Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Baca Juga: Lawan Anies, Pengusaha Menjerit-jerit: Kok Kami yang Ditutup?

"Bahwasannya kami menyayangkan pencatatan atau pemakaian nama yang digunakan para politisi senior untuk perkumpulan kontraproduktif di tengah pandemi COVID-19. Apalagi nama KAMI sudah lebih dulu tercatat secara resmi di Kemenkumham," kata Rosyid di Menteng, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu, 12 September 2020.  Baca Juga: Bu Menkeu Bicara Dampak PSBB: Luar Biasa Serius, Terus PSBB Total Ide Anies Besok?

Baca juga: Banyak Dimusuhi, Gatot Nurmantyo: KAMI Itu Tak Bisa Dihapus

Rosyid menambahkan, sebagai organisasi pemuda dan relawan Jokowi-Ma'ruf yang sah, pihaknya selalu siap mengawal jalannya pemerintahan yang sah secara konstitusi negara hingga 2024 nanti. Mengingat pandemi COVID-19 merupakan musibah internasional dan bisa berdampak luas, khususnya terhadap perekonomian nasional pihaknya yakin dan percaya bahwa kepemimpinan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bisa melewati berbagai bentuk permasalahan dengan cara gotong royong demi mewujudkan Indonesia maju.

Sebagai falsafah bangsa dan negara, KAMI mendukung pemerintah untuk terus memperkuat Pancasila. Pihaknya juga mendukung pemerintah untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari upaya kelompok tertentu, yang ingin menghancurkan Indonesia yang berlandaskan asas Bhineka Tunggal Ika.

"Saya mohon bagi orang-orang yang menggunakan nama KAMI untuk membangun opini negatif, menjatuhkan pemerintahan, bahkan kalau sampai ada yang radikal KAMI mohon segera diakhiri. KAMI tidak peduli kalian mantan politisi senior, KAMI siap menghadapi kalian dan perlu diingat ini baru cover dan kata pengantar. Tentunya masih ada tahapan selanjutnya dan tinggal tunggu tanggal mainnya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini