Pusing Covid-19, Korut Gak Punya Senjata Baru Buat Dipamerkan

Pusing Covid-19, Korut Gak Punya Senjata Baru Buat Dipamerkan Foto: Unsplash/Random Institute

Korea Utara (Korut) saat ini tidak menunjukkan indikasi bahwa mereka mungkin akan meluncurkan sistem persenjataan baru dalam waktu dekat. Hal itu kemungkinan disebabkan karena negara miskin itu terlalu terjebak dalam menangani pandemi Covid-19 dan dampak sanksi yang semakin besar.

Hal itu diungkapkan kepala pasukan Korea Amerika Serikat (AS) USFK, Jenderal Robert Abrams, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Center for Strategic & International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.

Baca Juga: Gegara Covid-19, Korut Perintahkan Tembak Mati Orang dari...

"Ada orang yang mengira mungkin akan ada peluncuran sistem persenjataan baru. Ah, Mungkin. Tapi kami tidak melihat indikasi apa pun saat ini, segala jenis kecaman," kata Abrams seperti dikutip dari Yonhap, Jumat (11/9/2020).

Pernyataannya muncul di tengah spekulasi yang meluas bahwa Korut mungkin akan meluncurkan sistem senjata baru dalam waktu dekat untuk menandai peringatan 75 tahun berdirinya Partai Buruh yang berkuasa di negara itu pada 10 Oktober mendatang.

CSIS telah melaporkan apa yang diklaim sebagai tanda-tanda kemungkinan uji coba rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam di galangan kapal selam utama Korut di timur laut Sinpo.

Abrams berpendapat bahwa Korut yang miskin, serta militernya, mungkin terlalu terjebak dalam menjaga negara itu tetap utuh terhadap sanksi internasional yang efek diinginkannya mungkin akan menjadi kekuatan penuh dan diperkuat oleh pandemi Covid-19.

"Jadi akibatnya, Anda tahu rezimnya sekarang, militer mereka pada prinsipnya berfokus untuk memulihkan negara mereka dan membantu mengurangi risiko Covid-19," ujarnya dalam seminar virtual tersebut.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini