Gak Masuk Geng Menteri 'Musuh', Erick Mah di Pihak Anies

Gak Masuk Geng Menteri 'Musuh', Erick Mah di Pihak Anies Foto: Sufri Yuliardi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan bahwa kesehatan lebih penting daripada ekonomi. Dia mengatakan, dengan kondisi kasus positif Covid-19 yang meningkat, mau tidak mau harus ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Dalam seminggu ditingkatkan disiplinnya, itu tidak mudah. Ini cuma bisa berjalan kalau rakyat Indonesia mau (disiplin)," terang Erick dalam video virtual di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Dia menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah berbicara bahwa ekonomi didahulukan. "Jika mengharapkan pertumbuhan ekonomi, tentu masalah utamanya yakni Covid-19 harus selesai terlebih dahulu," tambahnya.

Baca Juga: Staf Ahli Bos BUMN: Dilarang Dahlan & Rini, Dimuluskan Erick

Baca Juga: Pebisnis Mal Menjerit pada Anies: Kami Sudah Babak Belur

Selain itu, Erick mengatakan bahwa penegasan kampanye memakai masker dan menjaga jarak harus diprioritaskan juga.

"Dari tiga prioritas Satuan Tugas (Satgas), di situ juga memastikan bahwa rakyat harus aman dari Covid-19 dan reformasi kesehatan itu menjadi kunci," ucapnya.

Erick juga menyampaikan bahwa Indonesia Bekerja adalah langkah selanjutnya, pemberdayaan kecepatan untuk bekerja dan penting untuk pemulihan ekonomi Indonesia.

"Tata transformasi ekonomi juga penting, jadi jangan kita bicara tambal sulam jangka pendek. Kita memastikan transformasi juga terjadi pada reformasi dunia kesehatan," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini