Bikin Takjub, NASA Rilis Gambar yang Ungkap Sisi Lain Alam Semesta

Bikin Takjub, NASA Rilis Gambar yang Ungkap Sisi Lain Alam Semesta Foto: Unsplash/Moran

Arsip gambar terbaru yang dirilis oleh NASA menunjukkan kosmos yang belum pernah terlihat sebelumnya. Memandang alam semesta, ternyata banyak hal menakjubkan.

Sayangnya, teleskop terbaik yang tersedia masih terbatas. Biasanya, teleskop hanya menggunakan panjang gelombang satu sinar saja. Misalnya sinar gamma, atau glombang mikro. Kini, pendekatan baru memungkinkan untuk melihat atmosfer, udara yang dihirup manusia dan melindungi dari sinar X yang berbahaya dari luar angkasa.

Baca Juga: NASA Pilih 5 Proposal Misi Studi Lingkungan Luar Angkasa

galaksi-messier-82-kiri-atas-gugus-galaksi-abell-2744_200911071520-146.jpg

Observatorium Sinar-X Chandra milik Badan Antariksa AS (NASA) telah berada di luar angkasa, mengorbit Bumi selama lebih dari 21 tahun sekarang. Observatorium ini memungkinkan para astronom menarik kembali tirai di bagian kosmos yang tak terlihat itu. Data-data yang dihasilkan sinar X ini memperlihatkan apa-apa yang sebelumnya tak terlihat kepada manusia.

"Umat manusia memiliki 'mata' yang dapat mendeteksi semua jenis cahaya melalui teleskop di seluruh dunia dan armada observatorium di luar angkasa. Dari gelombang radio hingga sinar gamma, pendekatan 'multiwavelength' terhadap astronomi ini sangat penting untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang objek di luar angkasa," tulis NASA dalam pernyataan melalui situs resmi badan ruang angkasa Amerika Serikat (AS) itu, dilansir The Weather Network, Kamis (10/9/2020).

Kompilasi gambar yang ditunjukkan dalam arsip publik tersebut memberikan contoh gambar dari berbagai misi dan teleskop yang digabungkan untuk lebih memahami ilmu alam semesta.

Dalam contoh di atas, Hubble memberikan pemandangan spektakuler. Data Chandra telah membantu mengungkapkan mengapa galaksi terlihat seperti itu.

“Galaksi ini menyerupai mata banteng, yang sesuai karena kemunculannya sebagian disebabkan oleh galaksi yang lebih kecil yang melewati bagian tengah benda ini,” kata pernyataan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini