Berulah Lagi, MBS Kali Ini Tangkapi Para Ulama Saudi

Berulah Lagi, MBS Kali Ini Tangkapi Para Ulama Saudi Foto: Reuters/Saudi Royal Court/Bandar Algaloud

Umat Islam dunia baru-baru ini geger atas penangkapan Sheikh Abdullah Basfar. Nama Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman lagi-lagi terseret dalam kasus tersebut.

Mohammed bin Salman (MBS) memang dikenal sebagai penguasa de facto yang kejam dan siap membasmi semua orang yang tak sejalan dengan keinginannya.

Baca Juga: Mantu Trump-MBS Buka Dialog, Terungkap Pembahasannya

Sebelumnya, Putra Raja Salman itu dituding menjadi dalang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Kini, Mohammed bin Salman menangkapi para ulama dan segera dimusuhi oleh rakyatnya sendiri.

Sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, kabar penangkapan Sheikh Abdullah Basfar pertama kali menyeruak dari Twitter.

Akun The Prisoner of Conscience alias @m3takl_en menyebut ulama karismatik itu ditangkap pada Agustus 2020 silam.

Sayangnya, mereka tak memberikan keterangan soal alasan di balik penangkapan Dr. Abdullah Basfar.

Selain sebagai pembaca Alquran atau Qari, Sheikh Abdullah Basfar juga merupakan seorang profesor di departemen Sharia and Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah.

Ia pun dikenal pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.

Akun yang sama sempat mengabarkan penangkapan ulama lain, salah satunya yakni Sheikh Dr. Saud Al-Funaisan yang ditangkap sejak Maret 2020.

Al-Funaisan merupakan seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.

Penangkapan ulama-ulama tersebut menuai berbagai macam komentar di kalangan netizen di Arab.

Beberapa orang menganggap tindakan ini sebagai bentuk tindakan keras terhadap ekstremisme di Arab Saudi, terlebih dengan rencana Putra Mahkota Mohamed Bin Salman yang menginginkan penghapusan identitas agama di Arab Saudi.

Akan tetapi sejumlah besar penduduk Arab Saudi mengungkapkan kemarahan mereka atas penahanan tersebut.

Seorang warga Saudi di Twitter menyebut bahwa elit yang seharusnya ditahan di dalam jeruji besi bukanlah para ulama.

“Ulama kami ditahan secara sewenang-wenang, sementara orang lain menikmati kebebasan dan menyebarkan korupsi di negara ini," cuitnya.

"Ini adalah kampanye terbuka untuk menyingkirkan Islam dan menyebarkan kejahatan di tanah Haramin," lanjut akun yang mengaku warga Arab Saudi tersebut.

Putra Mahkota Mohamed Bin Salman yang berkuasa sejak tahun 2017 sebagai Wakil Perdana Menteri ini telah menangkap para jurnalis, ulama, ataupun akademisi yang memberikan kritik terhadap caranya memerintah dan rencananya untuk mensekulerkan Kerajaan Arab Saudi.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini