Daripada Virus Corona, Rakyat Jerman Justru Lebih Takut...

Daripada Virus Corona, Rakyat Jerman Justru Lebih Takut... Foto: Antara/Stephanie Lecocq/Pool via REUTERS

Warga Jerman lebih takut dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump daripada virus corona yang telah memukul perekonomian negara itu. Hasil survei tahunan itu menunjukkan sikap warga Jerman terhadap berbagai isu terbaru.

“Kekhawatiran pada kebijakan Trump akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya dibandingkan kekhawatiran ekonomi, dengan 53 persen responden menempatkan dia di puncak daftar mereka,” papar hasil survei yang dilakukan pada Juni dan Juni untuk R+V Insurance Group.

Baca Juga: Sangar, Peneliti Jerman Sukses Upgrade Teleskop 'Tata Surya'

Naiknya biaya hidup, situasi ekonomi dan utang Uni Eropa (UE) berada di posisi kedua, ketiga dan keempat, yang biasanya ditakutkan warga Jerman.

Virus corona berada di posisi ke-17 dan hanya sekitar sepertiga dari responden yang mengaku khawatir mereka atau orang yang mereka kenal akan terkena Covid-19.

Jerman memiliki jumlah kasus dan korban meninggal akibat Covid-19 relatif rendah dibandingkan beberapa negara lain di Eropa. Namun infeksi baru kembali meningkat.

Survei itu tidak memberikan rincian aspek kebijakan Trump yang mana yang mengkhawatirkan warga Jerman, namun R+V mengutip pakar politik Manfred Schmidt dari Universitas Ruprecht-Karls di Heidelberg yang menyalahkan kebijakan luar negeri Trump.

“Yang paling terlihat adalah konflik mirip perang dagang dengan China, dan serangan kebijakan perdagangan dan keamanan terhadap aliansi, termasuk Jerman. Selain itu, penarikan AS dari berbagai kerja sama internasional dan konfrontasi dengan Iran,” kata Schmidt.

Sebanyak 2.400 orang mengikuti survei “Ketakutan Jerman” itu. Survei itu telah dilakukan sejak 1992.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini