China Yakin Agenda di LCS Dimiliterisasi AS, Kenapa?

China Yakin Agenda di LCS Dimiliterisasi AS, Kenapa? Foto: Reuters/Edgar Su

Pihak Beijing menuduh Amerika Serikat (AS) telan menjadi penggerak militerisasi terbesar di Laut China Selatan. Tudingan ini disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi video dengan para Menteri Luar Negeri ASEAN, Rabu.

Diplomat top yang juga Anggota Dewan Negara itu mengatakan AS secara langsung melakukan intervensi dalam sengketa wilayah dan maritim di Laut China Selatan karena kebutuhan politiknya sendiri.

Baca Juga: Sesumbar, Trump Bocorkan Nuklir Rahasia ke China dan Rusia

"Itu (AS) menjadi pendorong militerisasi terbesar di kawasan ini," kata Wang yang dilansir Reuters, Kamis (10/9/2020).

"Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan strategis terbesar China di Laut China Selatan. Ini juga merupakan aspirasi strategis bersama China dan negara-negara ASEAN," lanjut Wang, yang pernyataannya juga di-posting di situs Kementerian Luar Negeri China. 

Wang mengatakan China bersedia untuk berkomunikasi dan berdialog dengan Amerika Serikat untuk mencapai kerja sama.

Bulan lalu, Amerika Serikat memasukkan 24 perusahaan China ke dalam daftar hitam sanksi dan menargetkan individu yang diklaim terlibat dalam konstruksi dan tindakan militer di Laut China Selatan.

Itu merupakan sanksi pertama Washington terhadap Beijing atas perselisihan di jalur perairan strategis tersebut.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini