Laba Tergerus, PLN Tunda Bayar Utang Rp4,5 Triliun

Laba Tergerus, PLN Tunda Bayar Utang Rp4,5 Triliun Foto: PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terpaksa harus menunda pembayaran utang kepada beberapa vendor. Penundaan pembayaran utang karena PLN memilih untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI mengakui saat ini PLN masih mempunyai utang sebesar Rp4,5 triliun dengan beberapa vendor listrik. Hingga Juni kemarin, PLN baru mampu membayar sebesar Rp2,3 triliun.

Baca Juga: Laba PLN Terjun Bebas, Dirutnya Janji Begini

"Kami pilih jaga listrik, utang vendor kami tunda dulu. Dengan membaiknya demand listrik satu, dua bulan ini, revenue kami membaik. Kami berkomitmen untuk lunasi tagihan vendor, tapi butuh waktu," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (9/9).

Zulkifli menambahkan, secara umum dalam sebulan PLN bisa meraih pendapatan sebesar Rp25 triliun. Sayangnya, penurunan demand membuat raihan pendapatan hanya berada di kisaran Rp22 triliun hingga Rp23 triliun.

PLN disebut memiliki utang kepada lima asosiasi ketenagalistrikan dengan nilai kurang lebih Rp4,5 triliun. Kelima asosiasi tersebut adalah Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI), Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI), Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo), Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia (Aspatindo), dan Asosiasi PabrikĀ  Kabel Listrik Indonesia (Apkabel).

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini