Sesumbar, Trump Bocorkan Nuklir Rahasia ke China dan Rusia

Sesumbar, Trump Bocorkan Nuklir Rahasia ke China dan Rusia Foto: Creative Commons

Presiden Donald Trump sesumbar bahwa Amerika Serikat (AS) memiliki senjata nuklir yang belum pernah dilihat atau didengar siapa pun termasuk oleh Rusia dan China.

Pemimpin Gedung Putih ini membanggakan senjata tersebut dalam wawancaranya dengan jurnalis Bob Woodward, yang kutipannya munculdalam bukunya berjudul "Rage". Buku itu akan terbit dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: PBB Jelaskan Hanya Satu Jalan Terbaik Denuklirisasi

Pada hari Rabu (9/9/2020), Washington Post, di mana Woodward adalah editor asosiasi media tersebut, menerbitkan kutipan dari buku jurnalis yang bercerita tentang kepresidenan Trump.

Pernyataan tentang rahasia sistem senjata nuklir muncul di bagian di mana Trump membahas masa kepresidenannya pada tahun 2017 ketika AS dan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara berada di ambang perang.

“Saya telah membangun nuklir—sistem senjata yang belum pernah dimiliki siapa pun di negara ini sebelumnya. Kami memiliki hal-hal yang belum pernah Anda lihat atau dengar," kata Trump kepada Woodward.

Menurutnya, AS memiliki hal-hal yang belum pernah didengar oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping sebelumnya.

"Tidak ada siapa-siapa—apa yang kami miliki luar biasa,” katanya.

Komentar itu menarik perhatian pembaca, yang merenungkan apa yang mungkin dimaksud Trump—atau, memang, jika pernyataannya akurat sama sekali. Trump dikenal melebih-lebihkan atau salah menyatakan fakta tentang teknologi militer, dari rudal hipersonik "super duper" yang diklaimnya 17 kali lebih cepat dari senjata yang ada hingga keyakinannya yang gigih bahwa F-35 Joint Strike Fighter sebenarnya tidak terlihat oleh mata manusia, apalagi oleh tidak oleh radar array milik musuh.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini