Kritis, Banyak Pengusaha di Korsel Mulai Bangkrut

Kritis, Banyak Pengusaha di Korsel Mulai Bangkrut Foto: Antara/REUTERS/Kim Hong-Ji

Pandemi Covid-19 membawa 'neraka kecil' bagi sektor industri yang ada di negara Korea Selatan.

Tidak pandang bulu, berbagai jenis bisnis seperti kuliner, wisata, pabrik, ataupun industri kecil harus tutup karena kehilangan pendapatan secara drastis.

Meskipun membuat banyak pihak kehilangan mata usahanya, ternyata fenomena ini menjadi berkah bagi orang-orang yang berbisnis di sektor likuidasi.

Saat orang lain mengakhiri industri mereka yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya, para likuidator ini laris manis dengan cara 'mengakhiri usaha' orang-orang malang tersebut.

Dikutip dari Al-Jazeera, salah satu yang mendapatkan berkah dari bangkrutnya usaha orang ini ialah pria bernama You Young-Sik.

Sebelumnya pria ini merupakan pemilik perusahaan sosis dan furniture bekas yang ada di Seoul.

Namun semenjak bisnis miliknya bangkrut 2 tahun lalu, ia memutuskan untuk alih profesi menjadi seorang likuidator.

Dia menceritakan bahwa dirinya serasa mendapat durian runtuh ketika orang-orang bangkrut di tengah pandemi Covid-19.

"Ini adalah tahun tersibuk yang pernah saya alami 10 tahun berada dalam bisnis seperti ini.

"Permintaan naik menjadi 4 sampai 5 kali lebih banyak di tengah pandemi Covid-19," jelas pria berusia 54 tahun ini.

Karena banyaknya orang yang bangkrut di tengah pandemi Covid-19, Young-Sik harus bekerja dua kali lebih banyak dibanding waktu kerjanya sehari-hari.

"Saya bahkan harus bangun pukul 4 atau 5 setiap pagi agar mampu memenuhi semua permintaan likuidasi," tuturnya kembali.

Dengan truk dan peralatannya, You-Yong Sik bekerja dari pagi untuk menurunkan plang-plang usaha yang sudah bangkrut.

Tidak hanya itu, dia juga akan menjual berbagai properti usaha yang bangkrut tersebut dan menjualnya kembali kepada pedagang lokal dengan harga murah.

Banyaknya pengusaha bangkrut di Korea Selatan sendiri memang sudah terjadi semenjak negara tersebut di serang pandemi Covid-19.

Data yang dikeluarkan oleh pemerintah menunjukan bahwa tingkat pendapatan bisnis-bisnis kecil di Korea Selatan menurun drastis pada 7 bulan pertama tahun 2020 dikarenakan pandemi Covid-19.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini