Cara Tidur Nyenyak bagi Para Penderita Insomnia

Cara Tidur Nyenyak bagi Para Penderita Insomnia Foto: Unsplash

Ada beragam faktor yang dapat membuat orang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Faktor itu bisa dari stres, gangguan kesehatan mental, hingga pengaruh pekerjaan khususnya shift malam.

Khusus pekerja shift malam, tubuh akan mulai menyesuaikan ritme sirkadiannya. Saat mengubah waktu tidur dari malam ke siang, atau sebaliknya, tubuh akan menggeser jam sirkadian itu seiring waktu. Setelah itu berubah, tidak mudah untuk kembali, atau setidaknya tidak terlalu jauh berbeda.

"Anda menyesuaikan kembali, tapi memang butuh waktu. Bagi banyak orang, hanya mengalami beberapa malam atau beberapa minggu kesulitan tidur dapat memicu stres. Jadi, Anda memiliki dua masalah. Anda memiliki jam biologis internal masalah dan Anda memiliki kecemasan tentang itu," kata Dr Deirdre Conroy, Direktur Klinis Klinik Pengobatan Tidur Perilaku di Pusat Gangguan Tidur Pengobatan Michigan, dilansir Cnet.

Baca Juga: Manfaat Rapikan Tempat Tidur di Pagi Hari, Apa Saja?

Gangguan tidur yang paling umum adalah sleep apnea. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya dan membuat orang merasa lebih lelah di siang hari. Menurut National Sleep Foundation, sleep apnea bisa menjadi penyebab insomnia.

"Jika Anda mendengkur, jika ada yang melihat Anda berhenti bernapas, atau jika Anda tersedak atau terengah-engah di malam hari, itu adalah tanda atau gejala apnea," kata Dr. Conroy.

Kabar baiknya, orang dapat melakukan intervensi perilaku, baik dari faktor gaya hidup yang dapat dimodifikasi untuk mengembalikan siklus tidur ke jalur yang benar. Secara umum, ada dua pilihan utama yang didukung oleh sebagian besar studi penelitian untuk mengatasj insomnia, baik dari segi pengobatan atau terapi perilaku kognitif khusus insomnia.

"Ada metode CBT untuk menangani kecemasan dan depresi tetapi ada tindakan khusus yang harus dilakukan untuk insomnia," kata Dr Conroy.

photo
Tidur (Ilustrasi) - (Needpix)
Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini