Bursa Bujuk Gojek dan Grab Agar Jual Saham ke Publik

Bursa Bujuk Gojek dan Grab Agar Jual Saham ke Publik Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Perusahaan startup yang memiliki valuasi mencapai US$1 miliar atau sering disebut Unicorn yang ada di Indonesia hingga saat ini belum ada yang berani untuk masuk ke Bursa. Terkait hal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bila pihak tidak tinggal diam dengan terus melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan Unicorn.

“Dalam rangka meningkatkan go public awareness, Bursa Efek Indonesia secara aktif berdiskusi tentang perkembangan Pasar Modal Indonesia, tidak hanya dengan Unicorn di Indonesia namun juga dengan perusahaan lainnya yang belum menjadi Perusahaan Tercatat.Kegiatan sosialisasi go public dilakukan dengan menggunakan media daring, baik secara one-on-one bersama direksi dan pemilik perusahaan, maupun dengan konsep webinar.” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Bursa Ungkap Ada 11 Perusahaan yang Mau Jual Saham ke Publik

Ia mengungkapkan jika pihaknyaberharap Bursa Efek Indonesia dapat menjadi rumah untuk bertumbuh bagi seluruh perusahaan, tidak hanya terbatas untuk perusahaan-perusahaan yang berskala besar. “Hal ini kami manifestasikan dengan dibentuknya Papan Akselerasi yang kami desain agar selaras dengan pengaturan POJK 53,” jelasnya.

Sementara itu, sejak diberlakukannya Peraturan Papan Akselerasi pada 22 Juli 2019 sampai dengan saat ini, Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan sebanyak 4 perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah di Papan Akselerasi.

“Kami berharap Papan Akselerasi secara konsisten dapat dimanfaatkan sebagai wadah penggalangan dana di Pasar Modal oleh perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah,” tutupnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini