Canggih, Turki Bikin Simulator AI Jet Tempur Hurjet Sendiri

Canggih, Turki Bikin Simulator AI Jet Tempur Hurjet Sendiri Foto: Foto/Reuters

Turkish Aerospace Industries (TAI) mengembangkan simulator berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Turki yang akan digunakan pada fase desain dan pengembangan jet tempur Hurjet.

Hurjet adalah jet tempur ringan yang didesain Turki. "Simulator Hurjet 270 didesain untuk mengumpulkan masukan dari para pilot tes untuk membuat desain Hurjet lebih baik, lebih solid dan lebih efisien," papar pernyataan TAI, dilansir Defense News.

Baca Juga: Erdogan Klaim Ekonomi Bukan Lagi Senjata Menakutkan buat Turki

Simulator itu juga untuk mendeteksi kesalahan desain pada tahap pengembangan. Pejabat perusahaan menyatakan simulator itu akan memiliki fitur resolusi pada level mata manusia.

Deputi General Manajer untuk Desain Pesawat TAI, Atilla Dogan menjelaskan bahwa Hurjet 270 akan membantu para pakar memperbaiki desain algoritma kontrol terbang dan software avionik berdasarkan masukan dari para pilot tes.

Hurjet merpuakan versi jet dari turboprop Hurkus, pesawat latih dasar buatan pertama Turki. TAI meluncurkan program Hurjet pada 2018 dengan target pesawat itu akan terbang perdana pada 2022.

Hurjet akan memiliki kecepatan maksimal Mach 1,2 dan dapat terbang pada ketinggian maksimal 45.000 kaki. Pesawat dapat mengangkut beban maksimal 3.000 kilogram, termasuk amunisi, radar dan kamera.

Hurkus-C merupakan versi bersenjata dengan basis varian Hurkus, dengan amunisi buatan lokal termasuk CIRIT, TEBER, HGK dan LGK. Pesawat itu juga dapat menggunakan bom kendali INS/GPS, bom konvensional, roket non-kendali dan senapan mesin. 

Hurkus-C juga memiliki bagian badan bersenjata, sistem proteksi diri, link data, penyambungan laser, pod inframerah dan optik elektro, tangki bahan bakar eksternal, dan avionik canggih.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini