Pertamina, Ada Kabar Baik: Rekam Jejak Hyundai Engineering Co. Ltd (HEC) Bersih

Pertamina, Ada Kabar Baik: Rekam Jejak Hyundai Engineering Co. Ltd (HEC) Bersih Foto: Pertamina

Rekam jejak Hyundai Engineering Co., Ltd (HEC) kembali diperbincangkan publik setelah perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan akan mengikuti proses lelang (tender) proyek pembangunan komplek olefin dan polyolefin di Tuban milik PT Pertamina (Persero).

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan pihaknya masih perlu mengecek terlebih dahulu status hukum Hyundai Engineering Co., Ltd. Status hukum ini diperlukan karena Pertamina memiliki peraturan internal yang mewajibkan perseroan agar memiliki mitra kerja yang terbebas dari perkara hukum.

"Kami perlu mengecek terlebih dahulu," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Dongkrak Kinerja Keuangan, Pertamina Siapkan 9 Jurus

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterima Warta Ekonomi, Hyundai Engineering Co., Ltd memiliki rekam jejak bersih sehingga Pertamina tidak perlu ragu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan multinasional tersebut.

Selama ini ada kekhawatiran di publik dan pihak Pertamina karena pernah ada kasus suap yang melibatkan Hyundai Engineering & Construction (HDEC). Padahal, Hyundai Engineering Co., Ltd dan HDEC merupakan dua entitas usaha yang berbeda.

Perlu diketahui, Hyundai Engineering & Construction (HDEC) pernah terjerat kasus dugaan suap proses perizinan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Cirebon. Dalam kasus tersebut, General Manager HDEC Herry Jung ditetapkan sebagai tersangka.

"HEJ, GM Hyundai Engineering & Construction diduga memberi hadiah atau janji kepada SUN selaku Bupati Cirebon Periode 2014-2019 terkait dengan perizinan," kata KPK dalam keterangan pers yang dirilis pada November 2019 di situs KPK.

KPK menjelaskan tersangka GM HDEC Herry Jung diduga memberi suap sebesar Rp6,04 miliar kepada SUN sebagai Bupati Cirebon periode 2014-2019 dari janji awal sebesar Rp10 miliar.

Pemberian dilakukan dengan cara membuat surat perintah kerja (SPK) fiktif dengan PT Milades Indah Mandiri (PT MIM) sehingga seolah-olah ada pekerjaan jasa konsultasi PLTU 2 Cirebon dengan kontrak sebesar Rp10 miliar.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan pengembangan fasilitas Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur. Salah satu pengembangan yang akan dilakukan ialah dengan membangun pusat produksi olefin (olefin complex) di Tuban.

Pembangunan pusat produksi olefin merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang dari TPPI. Oleh karena itu Pertamina sudah menyiapkan dana sekitar US$3,8 miliar untuk bangun pusat olefin tersebut.

Olefin center tersebut nantinya bisa memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) 700 ribu ton, Low Density Polyethylene (LDPE) 300 ribu ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600 ribu ton per tahun.

Koreksi:

Sebelumnya ada kekeliruan dalam artikel ini karena menganggap Hyundai Engineering Co., Ltd dan Hyundai Engineering & Construction (HDEC) sebagai satu entitas usaha yang sama. Dengan adanya koreksi ini maka fakta terdapat pada artikel terbaru.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini