Mantan Jurnalis Jadi Orang Terkaya Ketiga di China

Mantan Jurnalis Jadi Orang Terkaya Ketiga di China Foto: Twitter/ForbesAsia

Raksasa minuman China, Nongfu Spring baru saja go public di Hong Kong dengan hasil yang mengejutkan. Nongfu Spring memiliki arti "mata air petani" dalam bahasa Pinyin yang merupakan sistem romanisasi China.

Dilansir dari CNN Business di Jakarta, Rabu (9/9/2020) pada hari pertama perdagangan, saham Nongfu Spring melonjak hingga 85% dan berakhir di 54%. Perusahaan mengumpulkan USD1,1 miliar (Rp16,3 triliun) dalam penawaran umum perdana.

Baca Juga: Meroket 25 Peringkat, Ini Rahasia Orang Terkaya No 2 di Singapura

Lonjakan saham hari Selasa itu telah membawa sang pendiri perusahaan menjadi salah satu orang terkaya di China. Tepatnya berada di posisi orang terkaya ketiga di China setelah pendiri Alibaba, Jack Ma dan pendiri Tencent, Pony Ma.

Ialah Zhong Shanshan, yang mendirikan perusahaan pada tahun 1996 dan memiliki saham Nongfu Spring senilai USD40 miliar (Rp593 triliun). Zhong Menambahkan kepemilikan sahamnya di sebuah perusahaan farmasi Beijing, hingga ia tercatat memiliki kekayaan sekitar USD50 miliar (Rp741 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

Zhong lahir di Hangzhou dan putus sekolah dasar selama Revolusi Kebudayaan China. Dia kemudian bekerja sebagai pekerja konstruksi dan pernah bekerja sebagai reporter surat kabar serta agen penjualan minuman sebelum memulai bisnisnya sendiri.

Shanshan dikenal sebagai "serigala tunggal" dalam lingkaran bisnis di China, karena keengganannya untuk berbicara dengan media dan hubungan erat yang dia jaga dengan kolega bisnis dan elit politik China.

"Saya dulu seorang jurnalis. Saya tahu persis apa yang dimuat di headline," katanya dalam sebuah wawancara langka dengan China Daily.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini