Ekonomi Jepang Menciut Lebih dari 28,1 Persen

Ekonomi Jepang Menciut Lebih dari 28,1 Persen Foto: Antara/REUTERS/Issei Kato

Pukulan keras pandemi Covid-19 berimbas buruk pada ekonomi Jepang, yang tingkat pertumbuhan tahunannya menyusut hingga 28,1 persen. Sebelumnya, data pemerintah pada Agustus memperkirakan produk domestik bruto (PDB) negara itu menyusut 27,8 persen.

Kemerosotan pada kuartal April-Juni adalah yang paling tajam sejak 1955 dalam sejarah ekonomi Jepang, lansir Kyodo News Agency.

Baca Juga: Miliarder Jepang Kehilangan Rp610 M dari Saham, Kok Bisa?

Pemerintah negara itu mengatakan dalam sebuah laporan bahwa penurunan PDB sesuai dengan penurunan 7,9 persen pada basis triwulanan yang disesuaikan secara musiman, berkontraksi tiga kuartal berturut-turut.

“Pada kuartal kedua tahun 2020, konsumsi swasta menanggung beban keadaan darurat pemerintah untuk mengekang penyebaran virus, di mana pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tinggal di rumah dan bisnis yang tidak penting untuk menghentikan operasi," ungkap laporan itu.

Karantina ketat di banyak kota besar di luar negeri, juga dianggap menekan angka ekspor mobil.

Jepang sedang bersiap untuk memilih pemimpin berikutnya setelah Perdana Menteri Shinzo Abe mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Ekonomi negara itu mengalami kontraksi sejak Oktober-Desember dengan penurunan 7 persen tahun-ke-tahun, karena kenaikan pajak konsumsi dan dampak lanjutan dari perselisihan dagang AS-China.

Pemerintah mengatakan bahwa referensi data ekonomi bisa berasal dari tahun 1955, namun data pembanding hanya tersedia dari kuartal April-Juni 1980 dan seterusnya. Sejauh ini Jepang telah melaporkan hampir 73.000 kasus Covid-19 dan 1.363 kematian akibat virus.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini