Himalaya Berguncang, Tank-tank China Diarahkan ke India

Himalaya Berguncang, Tank-tank China Diarahkan ke India Foto: Reuters/Danish Ismail

Situasi di sejumlah wilayah perbatasan China dan India semakin memanas. Sebuah laporan intelijen India kembali membuktikan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) kian gencar melakukan pergerakan ke daerah Garis Kontrol Aktual (LAC).

Tak cuma pasukan, dalam laporan yang diperoleh dari Telegraph India menyebut bahwa sejumlah tank Type 15 Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAGF) sudah masuk ke wilayah Danau Pangong (Pangong Tso).

Baca Juga: Aneh, Tentara India dan China di Wilayah Ini Damai-damai Aja

"Citra satelit resolusi tinggi menunjukkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (China) semakin memperkuat posisinya di titik-titik kebuntuan," ucap seorang pejabat Biro Intelijen India yang tak mau disebutkan namanya.

"Mereka membangun lebih banyak struktur militer, selain mengerahkan lebih banyak tentara dan tank," katanya.

Mobilisasi sejumlah pasukan dan tank militer China ini jadi bukti pertemuan Menteri Pertahanan India, Rajinath Singh, dan Menteri Pertahanan China, Jenderal Wei Fenghe, tak berbuah hasil. Pasalnya, pergerakan pasukan dan tank-tank China ke Danau Pangong hanya berselang dua hari setelah Singh dan Fenghe bertatap muka.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan India yang juga tak ingin disebut namanya, memastikan bahwa pasukan China sudah memasuki wilayah yang diklaim menjadi milik India. Tentara China diduga sudah memasuki wilayah India sejauh 8 kilometer, sebelah utara Danau Pangong, termasuk wilayah Dataran Depsang.

"Apa yang kami perhatikan adalah agresi teritorial yang ditingkatkan oleh China. Meskipun telah membicarakan soal kelanjutan dialog untuk melepaskan diri dari titik kebuntuan, tindakan mereka tidak sesuai dengan kata-kata mereka," ujar pejabat Kementerian Pertahanan China.

"Ketegangan meningkat di titik terbaru yang menyala, karena China terus mengerahkan lebih banyak pasukan dan mesin," katanya.

Pada akhir Agustus 2020 lalu, India mengklaim telah berhasil menggagalkan aksi provokatif personel Tentara Pembebasan Rakyat China, yang mencoba masuk ke wilayah teritorialnya. Meski tak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka, insiden itu adalah yang terpanas kedua setelah peristiwa bentrokan berdarah antara pasukan militer kedua negara, Juni lalu.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini