Kinerja BRI Syariah Juara, Apa Kabar Emiten Bank Syariah Lainnya?

Kinerja BRI Syariah Juara, Apa Kabar Emiten Bank Syariah Lainnya? Foto: Sufri Yuliardi

Awal tahun 2020 menjadi masa penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia. Hampir semua sektor terdampak oleh adanya pandemi Covid-19, termasuk sektor perbankan. Meski begitu, tak semua kinerja perbankan, khususnya perbankan syariah mengalami penurunan pada semester I 2020. 

Berdasarkan data yang dihimpun WE Online, satu dari tiga emiten perbankan syariah membukukan pertumbuhan kinerja keuangan dan kinerja saham yang signifikan pada paruh pertama tahun ini. Emiten tersebut adalah PT BRI Syariah Tbk (BRIS).

Baca Juga: Laba 7 Bank BUKU IV Anjlok Berjamaah, Siapa yang Paling Tekor?

Lantas, bagaimana catatan kinerja BRIS sepanjang semester I 2020 dan bagaimana pula kinerja dua emiten perbankan syariah lainnya? Untuk lebih memahami, simak perbandingan kinerja selama semester I dan pergerakan saham secara year to year dari tiga emiten perbankan syariah berikut ini.

1. BRI Syariah

Kinerja keuangan PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) pada semester I 2020 dapat dikatakan menjadi yang terbaik di antara emiten bank syariah lainnya. Bagaimana tidak, BRI Syariah mencetak kenaikan laba bersih hingga 229,6% dari Rp35,55 miliar pada Juni 2019 menjadi Rp117,2 miliar pada Juni 2020. 

Direktur Utama BRIS, Ngatari, mengungkapkan bahwa laba bersih yang tumbuh subur tersebut didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari (perantara keuangan) yang dilakukan BRI Syariah sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Hal itu tercermin dari pembiayaan BRIS yang tumbuh positif hingga 55,92% menjadi Rp37,4 triliun pada semester I 2020. 

"Peningkatan laba bersih BRI Syariah didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana," pungkasnya pada Senin, 24 Agustus 2020 lalu. 

Segmen mikro menjadi yang paling mendominasi, yakni mencapai Rp5,4 triliun dari total pembiayaan BRI Syariah. Segmen ini pula yang diklaim mempunyai pertumbuhan tertinggi dan memberi kontribusi terbesar bagi perusahaan. Pembiayaan tersebut berikutnya meliputi dua segmen, yakni segmen konsumer yang mencapai Rp2,5 triliun serta segmen kecil menengah dan kemitraan yang mencapai Rp2,2 triliun.

Baca Juga: Investor Bahagia Parah Gara-Gara Cuan BRI Syariah Naik 229%

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa digitalisasi proses pembiayaan melalui aplikasi i-Kurma menjadi penopang pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah. Ngatari mengklaim, aplikasi tersebut efektif mendongkrak kinerja BRI Syariah, terlebih lagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Perlu diketahui, sampai dengan Juni 2020, BRI Syariah membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp41 triliun. Angka tersebut nyaris 1,5 kali lebih besar dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp28 triliun. Sebesar 54,34% dari DPK tersebut merupakan dana murah (CASA) yang sampai dengan Juni 2020 tercatat sebesar Rp22,3 triliun.

Bukan hanya kinerja keuangan perusahaan, kinerja saham bersandi BRIS ini juga kinclong sejak awal tahun 2020. Dilansir dari Stockbit, kenaikan harga saham BRIS secara year to date (ytd) mencapai 189,16%. Sementara itu, jika dilihat secara year to year (yoy) saham BRIS mengalami kenaikan sebesar 125,35%. Asal tahu saja, pada tanggal 8 September 2019, harga saham BRIS bertengger di angka Rp426 per saham. Angka tersebut melonjak tinggi menjadi Rp960 per saham pada 8 September 2020.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini