Bantu Pemulihan Dunia Usaha, IBIMA Perkenalkan Lean Enterprise

Bantu Pemulihan Dunia Usaha, IBIMA Perkenalkan Lean Enterprise Foto: Fajar Sulaiman

Industry and Business Institute of Management (IBIMA) atau PT Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia meluncurkan Lean Enterprise IBIMA dalam rangka mengakselerasi pemulihan pembangunan dunia usaha dan industri di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi ekonomi dan kesehatan hampir di seluruh negara termasuk Indonesia. Imbasnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami -5,32% di kuartal II 2020. Dampak Covid-19 ini pun telah menghantam berbagai industri dan pelaku usaha di Tanah Air.

Baca Juga: Pandemi Belum Usai, UMKM Harus Bersiap Ubah Rencana Bisnis

Melalui Grand Launcing ini, Founder dan CEO IBIMA I Made Dana Tangkas berharap para pelaku usaha dan industri baik besar hingga kecil seperti IKM bahkan UMKM dan juga koperasi hingga pelosok desa dapat mengunakan konsep Lean Enterprize IBIMA untuk membangun sumber daya manusia (SDM) dengan efisien.

"Konsep lean ini sangat bermanfaat sebenarnya ketika kegiatan itu dalam situasi krisis/wabah maupun dalam situasi normal karena basis utamannya adalah dengan keterbatasan SDM kapital, permodalan, dan juga keterbatasan berbagai resorsis yang dimiliki, kita bisa bentuk sebuah produk atau jasa melalui proses dengan metode manufaktur sehingga kita bisa membuat dengan kaidah-kaidah dasar yang efisien dan produktif, best operasional excelent, untuk diterapkan kepada SDM," ujar dia saat peluncuran Lean Enterprise secara Virtual di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, sebelumnya lean enterprize di Indonesia ini dikenal dengan nama lean Toyota, dikembangkan lean manufakturing, lean production, dan juga lean industri. Saat pandemi, lanjutnya, SDM-lah yang harus diberdayagunakan.

"Kita bisa bentuk sebuah produk atau sebuah jasa dengan melakukan proses atau metode manufaktur sehingga kita bisa membuat dengan kaidah-kaidah dasar yang efisien yang produktif yang best profesional excelent. Kita bisa lakukan kita terapkan di SDM-nya jadi yang kita bangunĀ  adalah SDM sehingga dalam situasi seperti sekarang ini saat krisis berdampak terhadap mausia dan wabah berdampak terhadap manusia, sudah saatnya manusia ini dimuliakan," tuturnya.

Made menjelaskan, IBIMA sebagai Lean Enterprise Center, yakni Gerakan Lean untuk Membangun Industri Nasional melalui Pengembangan Pilot Project Industri Unggulan dan Sejahtera, Desa Inovasi Indonesia Sejahtera.

"IBIMA dipelopori saya selaku founder dan di-support founder lainnya, yakni Theodore Permadi Rachmat dan Ary Ginanjar Agustian. IBIMA mampu berkolaborasi dengan pentahelix ABGCFM untuk membantu recovery, sustainability, dan pengembangan bisnis dan industri secara terpadu dan terintegrasi untuk bangsa yang berdikari dan sejahtera," jelas Made Dana Tangkas.

Adapun IBIMA adalah sebuah lembaga center dan korporasi di bidang konsultasi bisnis dan industri dalam perspektif pembangunan holistik yang terpadu, terintegrasi, dan melibatkan pentahelix ABGCFM (Academics, Business, Government, Community, Federation, Media).

Menurut dia, IBIMA berperan dalam membantu akselerasi pembangunan ekonomi nasional yang unggul dan merata. Khususnya melalui bidang industri dan bisnis dengan komunitas serta para fasilitator yang kompeten dalam pengembangan industri berkelas dunia.

"IBIMA optimistis dapat berkiprah dalam upaya men-trigger pembangunan ekonomi bangsa saat ini khususnya bagi sektor ekonomi dan sosial yang terdampak krisis," kata Made. Dia menjelaskan, IBIMA membantu recovery, sustainability, dan improvement bisnis serta industri terdampak krisis melalui optimalisasi efisiensi operasional atau cost korporasi.

Made mengatakan, IBIMA memiliki tiga DNA utama. DNA pertama adalah kompetensi atau praktik bisnis Industri melalui Lean Enterprise. DNA kedua adalah budaya dan motivasi bisnis melalui transformasi mindset, character, dan attitude. DNA ketiga adalah Leadership (Sistem Industri dan Kepemimpinan).

"Adapun objektif IBIMA Building the Best Industry and Business Way to be the Best World Class Company (Lean Enterprise and Best Operational Exellence Company)," tambah dia.

Kini, kata Made, saat krisis melanda, IBIMA berperan membantu memulihkan perekonomian Indonesia yang terpuruk. Kondisinya saat ini hanya sustain 40-50% industri, baik dari Industri kecil menengah (IKM), usaha kecil menengah (UKM), maupun industri hulu, antara dan hili.

"Untuk mengangkat industri ini melalui efisiensi atau cost reduction dan rasionalisasi dengan memerhatikan aspek demand, pasar, dan daya beli masyarakat. Ini merupakan salah satu peran dan solusi dari IBIMA dalam menghidupkan kembali roda perekonomian bangsa melalui lean enterprise untuk Indonesia. Membangun industri unggulan berbasis agro, maritim, IKM UKM Koperasi, teknologi, dan baterai," jelas Made.

Made mengatakan, program IBIMA telah terbukti berhasil dalam membangun, meningkatkan performansi bisnis, dan industri sehingga bila diterapkan dalam konteks nasional akan mampu membawa perubahan makro yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini