Bank Inggris Segera Luncurkan Pembayaran P2P untuk Cryptocurrency

Bank Inggris Segera Luncurkan Pembayaran P2P untuk Cryptocurrency Foto: Unsplash/Dmitry Demidko

Bank yang berbasis di London, Ziglu, mengatakan pada Senin mereka telah dilisensikan sebagai Lembaga Uang Elektronik (EMI) oleh Otoritas Perilaku Keuangan Inggris.

Setelah mendapatkan izin tersebut, startup fintech segera meluncurkan pembayaran peer-to-peer (P2P) untuk mata uang kripto dan fiat.

Pendiri dan CEO Ziglu, Mark Hipperson mengatakan lisensi EMI memungkinkan perusahaan untuk mengeluarkan uang elektronik (e-money) dan menyediakan layanan pembayaran.

Baca Juga: Nasib Bitcoin Kian Malang, Aset Kripto Baru Sangar Bukan Kepalang

Izin tersebut dikeluarkan pada 1 September, lebih dari setahun sejak permohonan awal. Ini juga mengharuskan perusahaan untuk mematuhi aturan antipencucian uang yang ketat.

Bank digital sekarang mendukung pound Inggris dan empat aset kripto lainnya: bitcoin (BTC), bitcoin cash (BCH), ethereum (ETH) dan litecoin (LTC).

Ini berarti pengguna aplikasi Ziglu sekarang dapat melakukan pembayaran peer-to-peer melalui jaringan, atau ke bank lain di Inggris, menggunakan koin yang didukung.

"Membayar orang harus instan, gratis, dan mudah terlepas dari lokasi atau mata uang mereka, apakah itu membagi biaya Airbnb Anda atau mengirim hadiah ulang tahun bitcoin," pendapat Hipperson, dilansir dari Bitcoin.com, Selasa (8/9/2020).

Diluncurkan pada Juni, Ziglu mengumpulkan £5,25 juta dalam pendanaan awal. Perusahaan mengatakan total aset digital diasuransikan terhadap serangan dunia maya, hingga nilai £50.000, dengan biaya komisi 1,25% pada semua aktivitas perdagangan.

Hipperson mengatakan jumlah pengguna aplikasi Ziglu saat ini berkisar di angka ribuan saat ini.

"Saya menargetkan seratus juta pelanggan selama enam atau tujuh tahun ke depan," menurut publikasi industri.

Perusahaan juga berencana untuk meluncurkan kartu debit Mastercard yang mendukung crypto dalam tiga minggu sambil mengarahkan untuk ekspansi ke Eropa dan AS awal 2021, kata laporan itu.

Bank yang berorientasi pada kripto terus meningkat jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir, melangkah untuk mengisi kesenjangan dengan menyediakan layanan untuk industri yang telah lama dihindari oleh bank tradisional.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini