AP II Siapkan Fasilitas VVIP Bandara bagi Pekerja Migran

AP II Siapkan Fasilitas VVIP Bandara bagi Pekerja Migran Foto: AP II

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan fasilitas khusus di bandara bagi seluruh pekerja migran Indonesia (PMI).

Pada tahap awal fasilitas tersebut tersedia di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan titik terbesar untuk keberangkatan dan kepulangan PMI. Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan, ke depannya layanan kepada PMI akan semakin baik dengan adanya berbagai fasilitas khusus di Bandara Soekarno-Hatta.

Hal ini sekaligus memperketat pengawasan dari adanya mafia pungli yang kerap memeras PMI saat akan kembali ke daerah asalnya.

Baca Juga: Permintaan Naik, Alat Olahraga Bisnis Potensial

Baca Juga: Pandemi hingga Harga Migas Anjlok, PGN Raup Pendapatan Rp21,49 T

"Ada lima fasilitas khusus bagi PMI di Bandara Soekarno-Hatta dan kemudian menyusul di bandara-bandara yang menjadi kantong PMI. Saya ingin dengan adanya fasilitas ini, maka layanan di bandara untuk PMI menjadikan mereka sebagai warga negara VVIP," jelas Benny di Jakarta, Minggu (6/9/2020).

Adapun fasilitas tersebut pertama adalah jalur khusus (special lane) untuk PMI di Bandara Soetta pada akhir September 2020. Jalur khusus ini terdapat di konter Imigrasi untuk memproses keberangkatan dan kepulangan.

Kedua, konter help desk bagi PMI yang saat ini sudah tersedia di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Sotta, tepatnya di area baggage claim. Help desk khusus untuk membantu seluruh PMI ketika pulang ke Tanah Air.

Ketiga, akan ada lounge khusus bagi PMI yang ditargetkan dapat dibuka di Bandara Soekarno-Hatta pada akhir Oktober 2020. Keempat, fasilitas media digital untuk sosialisasi kepada PMI. Direncanakan akan lebih dari 300 media digital di seluruh bandara, termasuk di Soekarno-Hatta.

"Tujuannya untuk sebagai media promosi dan sosialisasi berbagai program pelayanan dan perlindungan bagi PMI sehingga program tersebut dapat tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik," ucap Benny. Dan kelima, tempat pemasaran produk UMKM dari pekerja migran.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini