Makin Panas, Gegara Omongan Puan, PDIP Ditendang Demokrat Sumbar

Makin Panas, Gegara Omongan Puan, PDIP Ditendang Demokrat Sumbar Foto: Sufri Yuliardi

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, ikut menyikapi langkah Kader Partai Demokrat, Mulyadi yang juga menjadi bakal calon kepala daerah di Pilkada Sumatera Barat yang mengembalikan surat keputusan dukungan dari PDIP.

Ia menilai aksi tersebut akan membuat hubungan kedua partai semakin renggang. Hal tersebut dinilai sebagai buntut pernyataan Ketua DPP Bidang Politik PDIP, Puan Maharani yang menjadi kontroversi.

Baca Juga: PDIP Dibuang Sumbar, Sudah Risikonya...

Baca Juga: PDIP Pecah Rekor Politik!

Menurut dia, Partai Demokrat tentu membaca arah opini masyarakat usai pernyataan Puan Maharani yang membuat ketersinggungan bagi masyarakat Sumbar.

“Resiko yang harus dihadapi PDIP ketika statemen Puan menjadi komoditas politik, Demokrat membaca arah opini masyarakat, dan mengarah pada sentimen Puan. Untuk itu, secara politik keputusan mengembalikan dukungan ini tepat, dan harapannya menarik simpati masyarakat Sumbar atas kejadian ini,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/9/2020).

Namun, ia melihat sikap Mulyadi tersebut akan semakin memicu renggangnya antara partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri dengan partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Hanya saja, sikap kader Demokrat ini tidak bijak dan memicu semakin renggangnya hubungan dengan PDIP di tingkat pusat. Tetapi itulah politik, minim loyalitas bahkan dalam kemitraan koalisi sekalipun,” katanya.

“Dari sisi ketepatan keputusan ini, dilematis soal tepat tidaknya, dari sisi pragmatis semestinya ini keputusan emosional dan tidak bijak, mengingat dalam politik diperlukan loyalitas, dan pengembalian ini jelas menandai keduanya tidak loyal,” sambung dia.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini