Paus Fransiskus Tekankan Jangan Bergosip saat Pandemi Covid-19

Paus Fransiskus Tekankan Jangan Bergosip saat Pandemi Covid-19 Foto: Wikimedia Commons/Jeon Han

Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus mengingatkan warga dunia untuk menghindari gosip. Dia menyebut gosip lebih buruk daripada wabah virus corona yang dapat memecah belah Gereja Katolik Roma.

“Mohon saudara-saudari, mari kita berusaha untuk tidak bergosip. Gosip adalah wabah yang lebih buruk daripada Covid-19,” kata Paus dalam pidato mingguannya dari jendela di atas Lapangan Santo Petrus, Vatikan pada Minggu, seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Corona Melanda, Netflix Dapat Keberuntungan

“Setan adalah tukang gosip yang hebat. Dia selalu mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain karena dia adalah pembohong,” tambahnya.

Paus secara teratur memperingatkan risiko bergosip dan juga mencela troll atau orang yang sengaja membuat keributan di internet demi kepuasan diri.

Dia meminta jika ada yang tidak beres, berikan keheningan dan doa untuk orang-orang yang melakukan kesalahan.

"Jika ada yang tidak beres, berikan keheningan dan doa untuk saudara laki-laki atau perempuan yang melakukan kesalahan, tetapi jangan pernah bergosip," kata Paus.

Ini bukan pertama kalinya Paus Fransiskus membuat pernyataan keras tentang gosip. Di tahun 2016, dia memperingatkan para pendeta dan biarawati untuk tidak menyulut 'terorisme gosip', mendorong mereka untuk menahan godaan menyebarkan suara dan cerita di dalam komunitas.

Pada November 2018, Paus juga menyebut bahwa melakukan pergunjingan seperti membunuh karena lidah tajam seperti pisau.

Pandemi virus corona mengubah cara Vatikan beroperasi, memaksa Paus untuk merayakan misa Minggu Palem di gereja yang kosong.

Paus mengadakan audiensi publik pertamanya sejak pandemi yang dimulai pada Rabu, 2 September 2020 dan menggunakan acara tersebut untuk menyerukan solidaritas dalam memerangi Covid-19.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini