Pakar: Jangan Mau Bayar Uang Tebusan Ransomware

Pakar: Jangan Mau Bayar Uang Tebusan Ransomware Foto: Unsplash/Kaur Kristjan

Pakar keamanan siber dari Kaspersky Dony Koesmandarin memperingatkan untuk tidak pernah membayar tebusan ransomware. Pelaku serangan ransomware umumnya mengenkripsi file untuk memeras korban sehingga korban harus menebus kunci enkripsi untuk bisa mendapatkan kembali data yang dikunci pelaku.

"Tidak perlu membayar apapun," ujar Dony yang juga merupakan Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky.

Baca Juga: Indonesia Masih Jadi Korban Ransomware Terbanyak Kedua se-Asean

Berdasarkan riset Kaspersky, sebanyak 20 persen korban ransomware yang membayar tetap tidak mendapatkan kembali file yang diambil pelaku. Oleh karena itu, Dony menyarankan untuk tidak membayar uang tebusan. Selain itu, menurut dia, dengan membayar uang tebusan justru dapat membiayai operasional pelaku kejahatan siber.

"Cybercrime juga perlu budget, kalau tidak punya uang dan tidak menghasilkan maka juga tidak dapat beroperasi. Jadi, tidak perlu bernegosiasi dengan mereka," kata Dony.

Untuk antisipasi, Dony mengatakan sangat perlu untuk membuat cadangan data secara teratur. Sebaiknya simpanlah banyak salinan di tempat yang berbeda: misalnya drive fisik yang terisolasi dan salinan lainnya di cloud.

"Selalu backup, itu paling penting. Tapi, jangan backup di komputer yang sama," ujar dia.

Selanjutnya, perlu memperbarui sistem operasi di seluruh komputer pada jaringan Anda ke versi terbaru secara teratur. Ini akan dengan cepat memperbaiki kerentanan terbaru.

"Update software, kalau tidak update nanti ada celah keamanan yang bisa digunakan," ujar Dony.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini